Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara

Ilustrasi ganja dengan pesawat (Boing Boing)

Ketika berbicara mengenai ganja yang terpikir adalah narkoba atau obat-obatan terlarang dan melanggar hukum. Namun, apa jadinya jika beberapa negara saat ini sudah memperbolehkan membawa tanamana ganja ini dan menjadi buah tangan saat menggunakan sebuah penerbangan?

Baca juga: Mau Bawa Snow Globe Selama Penerbangan? Sebaiknya Kemasi di Dalam Koper

Pada Januari 2018 kemarin, California terdaftar sebagai salah satu Negara Bagian di Amerika Serikat yang melegalkan adanya ganja. KabarPenumpang.com merangkum dari laman usatoday.com (7/2/2018), dikabarkan bahwa saat ini satu diantara lima orang Amerika membawa ganja dalam pot sebagai buah tangan.

Tapi jika Anda masih ragu untuk mebawa ganja, baiknya hati-hati bahkan tidak perlu dibawa. Sebab ganja atau mariyuana ini masih merupakan obat ilegal dibawah undang-undang federal dan daerah pasca keamanan di bandara yang diperintah oleh badan-badan federal.

Seperti di Washington, Oregon, Colorado, Alaska dan Nevada, membawa ganja dalam pot serta dibeli secara legal dan melewati pos pemeriksaan keamanan di negara bagian yang paling padat penduduknya masih dapat memicu respon penegak hukum. Transportation Security Administration (TSA) mengatakan, petugas pemeriksa tetap berfokus pada keamanan, mendeteksi senjata, bahan peledak dan ancaman lain yang bisa menganggu penerbangan dan tidak mengendus obat terlarang.

Kampanye tentang ganja legal

Memang mereka tidak terlalu memeriksa terkait ganja, tetapi jika petugas TSA menemukan ganja serta zat ilegal lainnya selama pemeriksaan bagasi, kebijakan akan berlaku dan akan menghubungi penegak hukum bandara setempat.

“Bawaan penumpang dan tujuan penumpang tidak diperhitungkan. Respon TSA terhadap penemuan ganja sama di setiap negara bagian dan di setiap bandara, terlepas dari apakah ganja telah atau akan dilegalisir,” kata juru bicara TSA Lorie Dankers.

Menurut polisi bandara Los Angeles, pihaknya yang berada di bandara Los Angeles dan Southern California lainnya, untuk penumpang yang dihentikan oleh pihak TSA dengan aduan masalah ganja, mereka tidak akan meminta apapun. Sebab membawa ganja bukanlah suatu kejahatan. Hal ini juga berlaku di bandara John Wayne di Orange County.

“Jika TSA memanggil ketika menemukan ganja, kami akan naik dan memastikan jumlahnya sesuai dengan hukum. Jika begitu, kami hanya akan berdiri sementara penumpang memutuskan apa yang harus dilakukan dengan hal itu. TSA mungkin tidak menginginkannya terbang, tapi bukan berarti itu ilegal di California,” ujar Letnan Mark Gonzales, Kepala Dinas Kepolisian Bandara departemen Sheriff.

Dia mengatakan, hingga saat ini, timnya belum pernah ada yang dipanggil ke pos pemeriksaan bandara oleh pihak TSA untuk menangani masalah ganja. Gonzales berujar, sepertinya penumpang tahu dan membaca peraturan, apa yang harus mereka lakukan saat melewati pos pemeriksaan.

Sedangkan di bandara yang tidak melarang membawa ganja, penegak hukum setempat di panggil oleh pihak TSA untuk menjelaskan pilihan pada penumpang dan mungkin termasuk membuangnya ke tempat sampah. Tak hanya itu, penumpang juga bisa mengembalikan ke dalam mobil atau bisa dikatakan ganja tersebut tidak bisa dibawa dalam sebuah penerbangan meski legal.

Bulan November 2017 lalu, Organa Brands memasang iklan mereka pada baki di pos pemeriksaan Bandara Internasional Ontario. Dengan pesan yang berbunyi “Ganja legal. Tetapi tidak bepergian dengan membawa itu. Biarkan saja di California.”

Juru bicara Organa Brands, Jackson Tilley mengatakan, pihaknya yakin, jika pesan yang ada di baki tersebut adalah postif. Meskipun dia mengatakan, perusahaan tersebut tidak terlalu terkejut ketika sebulan setelah kampanye pesan-pesan tersebut dilepas.

Saat ini di San Francisco, Long Beach atau bandara California lainnya sudah tidak ada lagi iklan dibaki pemeriksaan terkait ganja. Tetapi di Nevada yang mana ganja menjadi legal sejak Juli 2017 lalu memiliki cerita berbeda. Bandara Internasional Reno-Tahoe memiliki tanda di area merokok yang mengingatkan pelancong bahwa penggunaan ganja tidak diperbolehkan.

“Secara umum, kami belum melihat dampak yang besar dari undang-undang baru ini di bandara. Namun, kami mengamati dengan seksama bandara lain dan bagaimana penanganannya dengan situasi unik ini,” kata juru bicara bandara Heidi Jared.

Di Bandara Internasional McCarran di Las Vegas, ada larangan bandara secara resmi bagi yang memiliki ganja, dengan pemberitahuan tentang keputusan Komisi County Clark yang dimuat di situs bandara. Mulai bulan depan, tanda-tanda tentang kotak kebijakan dan amnesti untuk ganja serta produk ganja lainnya akan dipasang di lokasi-lokasi utama di McCarran, termasuk di fasilitas penyewaan mobil bandara.

“Kotak pembuangan ini akan berada di luar gedung, bukan di pos pemeriksaan. Tujuannya agar produk ganja tidak diijinkan di manapun di dalam gedung, baik itu sebelum atau sesudah keamanan,” kata juru bicara McCarran Chris Jones.

Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat

Sementara itu, di Colorado, pada tahun 2014 adalah negara bagian pertama yang melisensikan toko untuk menjual ganja, tetapi Bandara Internasional Denver masih mempertahankan kebijakannya untuk melarang ganja di manapun pada properti bandara.

“Polisi meminta penumpang yang ditemukan dengan mariyuana atau ganja untuk membuang obat tersebut. Tapi kita sudah memiliki beberapa contoh sehingga kita tidak bisa melacak kontak ini lagi,” kata juru bicara bandara Heath Montgomery.