Drone Penumpang Produksi Cina Siap Unjuk Gigi di Akhir 2017

Sebagai salah satu perusahaan inovatif yang bergerak di bidang penyediaan teknologi masa depan, Ehang nampaknya bersungguh-sungguh dalam mempromosikan salah satu produksinya. Setelah setahun yang lalu pihak Ehang mengungkapkan kesediannya dalam pengadaan moda transportasi otonom berupa sebuah drone, perusahaan yang berbasis di Guangzhou, Cina ini berencana untuk melakukan trial pada akhir tahun 2017 ini. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu pendiri Ehang, Derrick Xiong pada Selasa (25/7/2017) kemarin.

Baca Juga: Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara

Sebagaimana KabarPenumpang.com sarikan dari laman flightglobal.com (26/7/2017), Derrick mengatakan telah melakukan ribuan kali percobaan penerbangan sejak tahun 2015 silam, namun masih dalam skala tertutup. “Publik belum ada yang melihat penerbangan drone octorotor ini secara real-time,” tuturnya. Ehang 814 ini sendiri dikendalikan oleh perangkat komputer, namun drone tersebut dirancang khusus untuk menampung penumpang.

Untuk lokasi uji coba sendiri, Ehang memiliki dua opsi, yaitu Cina atau di Dubai, Uni Emirat Arab, alasannya kedua lokasi tersebut dianggap yang paling mendukung perkembangan produk. “Untuk sementara, kami tidak bisa menerbangkannya di Oshkosh, namun sesegera mungkin Anda akan dapat melihat moda ini mengudara di beberapa belahan dunia,” ujar Derrick penuh semangat.

Walaupun Dubai AirShow rencananya akan digelar pada bulan November mendatang, namun pihak Ehang sepertinya tidak akan menjadi salah satu kandidat untuk mempertunjukkan moda transportasi masa depannya itu. Menanggapi hal tersebut, pihak Ehang mengatakan membutuhkan sebuah acara khusus untuk memperkenal produknya tersebut. “Pihak kami merencanakan tahun ini,” tambah Derrick.

Baca Juga: Juli 2017, Drone Penumpang Resmi Mengudara di Dubai

Demonstrasi publik merupakan bagian dari rencana jangka panjang Ehang untuk terus belajar mengenai teknologi kontrol otonom. Dari segi sertifikasi, baik pihak produsen maupun regulator masih sedikit kebingungan dengan pelegalan moda transportasi public yang dikendalikan oleh alogaritma perangkat lunak, dan bukan dikendalikan oleh manusia.

Walaupun beberapa pihak sempat ragu akibat crash yang terjadi pada tahap pertama uji coba, namun Derrick mengatakan hal tersebut sudah dapat teratasi dan sistem alogaritma yang diterapkan sekarang sudah benar-benar paten. Dalam pagelaran Airventure yang digelar pada 25 Juli kemarin, Derrick yang berdiri di depan nama besar Ehang turut menampilkan sebuah video yang mampu memantapkan perspektif publik mengenai pengoperasian Ehang yang sudah mendekati kata sempurna.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

“Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuktikan pada diri kita sendiri – membuktikan bahwa produk ini sebenarnya adalah produk yang paling siap secara teknis untuk dipasarankan di era yang serba modern ini,” kata Xiong. “Kita perlu membuat semua orang percaya bahwa ini adalah produk yang cukup bagus untuk dijual.” Tutupnya.