Juli 2017, Drone Penumpang Resmi Mengudara di Dubai

Setelah banyak dituangkan dalam berbagai konsep dan prototipe, akhirnya telah ada kepastian untuk peluncuran perdana taksi drone di dunia. Drone yang akan membawa penumpang ini dijawalkan akan hadir di musim panas atau sekitar bulan Juli mendatang.

Nantinya drone ini baru sebatas mampu mengangkut satu orang penumpang dengan barat kurang lebih 100 kg.  Mengandalkan teknologi komunikasi dan kendali LoS (Line of Sight), drone ini masih terbatas untuk melayani rute sepanjang 50 km dengan endurance di udara selama 20 menit. Ukuran berat dan jauhnya perbangan ini setelah sebelumnya dilakukan serangkaian uji coba pada drone pengangkut manusia ini.

Dilansir dari economist.com (17/2/2017), drone yang akan digunakan di Dubai nantinya adalah teknologi buatan Yi-Hang Creation Science Tiongkok yakni Ehang 184 dan pernah di uji di Nevada Juni 2016 lalu. Dengan teknologi terbaru ini, penumpang drone bisa memilih destinasi atua tujuan terbangnya melalui layar sentuh yang ada dan tak akan ada kendali lainnya. Selain itu, saat lepas landas dan pendaratan pastinya di kontrol oleh pengawas di darat.
20170218_BLP519Sementara itu, drone ini juga akan dijalankan secara auto-piloted dan sudah dilakukan uji coba terbang keseluruh kota. Drone ditenagai motor listrik dengan delapan baling-baling dan mampu melaju hingga kecepatan 160 km per jam dan mengudara 30 menit. Dikarenakan menggunakan pengisian bahan bakar baterai, waktu pengisian ulangnya yakni sekitar dua jam dan di kontrol secara berkala.

Uniknya lagi, drone ini dirancang untuk beradaptasi di segala medan seperti saat cuaca panas dan dinginnya malam di Dubai. Drone tipe EHang 184 ini di desain dengan sistem keselamatan yang komplit. Bila saat penerbangan ada kesalahan teknis sedikit, drone ini akan mendarat secara otomatis di tempat terdekat yang aman. Drone ini, dilengkapi dengan sistem keselamatan yang baik, dan dilengkapi dengan jaringan yang aman untuk mencegah peretasan.

Awalnya, sebelum drone penumpang ini, banyak yang berkicau dan mengatakan bahwa pencanangan manusia akan menggunakan moda traksi terbang masih jauh pemikirannya. Ini dikarenakan masih sulit mencari moda untuk taksi terbang ini.

Dengan adanya drone penumpang ini, seperti keinginan Uber di Oktober 2016 lalu yang mencanangkan adanya taksi terbang. Pada waktu itu, Uber ingin mengubah adanya perjalanan darat menggunakan moda taksi UberX yang menempuh waktu dua jam menjadi hanya 15 menit saja. Tak hanya itu, saat itu Uber juga memproyeksikan untuk perjalanan murah 60 mil dengan standar mobil.

Dengan adanya drone terbang yang akan mengudara di Dubai Juli 2017 ini, bisa memotong atau menghemat biaya perjalanan. Selain menghemat biaya untuk penumpang, penghematan biaya untuk driver. Sebab drone penumpang ini mengudara tanpa menggunakan awak, meski tetap mendapat pemantauan penuh dari darat. Meski telah dipatok akan mengudara pada bulan Juli mendatang, namun hingga kini diketahui pasti tarif yang dikenakan untuk naik drone taksi ini.