Ada ‘Sesuatu’ di Hidangan Full Service, Antara Fakta dan Sensasi dalam Penerbangan

Dalam layanan penerbangan full service, terutama pada rute jarak sedang dan jauh, penumpang akan mendapat sajian makanan ‘hangat’ dalam kemasan yang tersegel, setengah tersegel, atau paling tidak paket makanan dipastikan tersegel saat proses loading ke dalam kabin. Citra makanan yang higienis dengan racikan bumbu ala chef andalan maskapai tentu menjadi pikiran yang terlintas kala hidangan tersaji.

Baca juga: Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up

Namun apa yang terjadi bila dalam kemasan makanan tersebut justru ada ‘sesuatu’ yang terselip dan sangat tak layak masuk ke dalam tubuh, seperti rambut, jarum suntik, semut dan yang terparah adalah binatang kecil yakni lalat mati. Dirangkum oleh kabarPenumpang.com, ada beberapa maskapai yang secara tidak sengaja telah membuat penumpang tidak nyaman dengan kejadian diatas.

Seperti Air India (AI) pada Juli 2015, salah seorang penumpangnya yang menaiki maskapai tersebut tujuan Kathmandu melaporkan telah menemukan lalat di dalam makanan yang disajikan kepadanya. Sayangnya, menurut Air India, hingga pihaknya menerima pengaduan tersebut, justru tidak ada sample ataupun bukti makanan tersebut tercampur dengan lalat mati. Sehingga pengaduan tersebut tidak bisa di memverifikasi klaim tersebut.

Baca juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier

Express.co.uk

AI menjelaskan bahwa insiden tentang ‘serangga’ dalam makanan tersebut diungkapkan oleh penumpang penerbangan KTM-CCU. Namun, setelah diminta untuk memeriksa, sampel makanan tidak dibagi atau dikembalikan kepada kami untuk diperiksa atau menyelidiki. Dengan demikian pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran klaim yang dibuat.

Dia mengatakan, AI mengikuti prosedur pengarsipan tersebut dan diperlukan spesimen untuk diselidiki. Diketahui, maskapai ini pernah terkena pengaduan masalah yang sama sebulan sebelumnya yakni Mei 2015, dimana ditemukan seekor kadal dan ternyata hal tersebut palsu, setelah di telusuri oleh pihak otoritas AI.

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Lain lagi dengan masalah maskapai Qantas, pada maskapai Australia ini ditemukan jarum suntik dalam ayam mentega yang disajikan pada penerbangan dari Brisbane ke Sydney. Hal ini telah dilaporkan oleh Ben Sabeto dari Pulau Bribie di Queensland.

Atas penemuan jarum suntik ini, Ben melalui pengacaranya David Adams menuntut Qantas yang membawanya pada penerbangan QF552 pada 19 Desember 2016 lalu. Awal kejadiannya saat Sabeto memakan ayam mentega dengan cauli pea masala dan merasakan ada benda tajam yang menusuk ujung lidahnya dan saat memuntahkannya ternyata ada jarum suntik dan tetesan darah dari lidahnya.

Makanan dengan isi jarum suntik (www.news.com.au)

Saat itu kru kabin diberitahu dan pengawas mengambil makan tersebut serta mengabadikan gambar tersebut untuk dijadikan bukti. Kemudian pihak maskapai mengatakan, akan menghubungi Sabeto, tetapi tidak juga ada pernyataan klaim kepadanya sehingga membuat Sabeto untuk melaporkan masalah tersebut.

Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa

“Kami telah menolak klaim berdasarkan laporan awak pesawat serta penyelidikan terhadap pemasok katering kami. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jarum suntik ada dalam makanan pada tahap apapun selama persiapan di pusat katering atau on-board,” ujar juru bicara Qantas.

Ben Sabeto (www.news.com.au)

Makanan di Qantas dipindai dua kali oleh detektor logam sebelum dimasukkan ke dalam pesawat terbang, sebuah proses yang akan mengidentifikasi benda asing seperti jarum suntik. News Corp memahami mesin yang digunakan untuk makan pada penerbangan itu diuji dan ternyata berfungsi normal. Perusahaan katering Qantas Snap Fresh telah ditunjuk sebagai responden kedua dalam kasus ini. Seiring dengan Qantas mereka memiliki 28 hari untuk menanggapi klaim tersebut secara formal.