Pekerjaan pembangunan jalur Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok Bekasi (Jabodebek) masih terus berjalan. Namun lintasan yang menghubungkan kawasan Kuningan menuju kawasan Dukuh Atas saat ini pengerjaannya masih tertahan di Jalan H.R Rasuna Said Kuningan.
Baca juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang
Dari pantauan yang dilakukan KabarPenumpang.com beberapa hari lalu, sudah mulai terlihat pengerjaan. Apalagi bisa dikatakan lintasan Kuningan menuju Dukuh Atas merupakan yang paling baru dalam umur pengerjaannya.
Adapun pengerjaan yang ada adalah sebagian bentangan panjang jalur LRT di Jalan Rasuna Said sudah terpasang dan sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan pondasi dan pengamanan pengerjaan. Sebab pengerjaan lintasan Kuningan-Dukuh Atas sendiri berada tepat di tengah jalur jalan Rasuna Said.
Meski progres terlihat, namun masih tertahan dikarenakan belum selesainya penetapan lokasi untuk jalur yang dilalui dari Setiabudi sampai ke Dukuh Atas.
“Sinkronisasi trase di Setiabudi sampai ke Dukuh Atas yang masih belum selesai sehingga belum bisa kita lakukan konstruksinya,” ujar Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata yang diutip KabarPenumpang.com dari detik.com, Selasa (17/7/2018).
Brata mengatakan, penetapan lokasi masih belum rampung karena tertahan penentuan posisi lokasi stasiun yang ada di DUkuh Atas. Ini seperti yang diketahui bahwa Dukuh Atas sendiri akan menjadi pusat dari segala transportasi massal yang ada di Jakarta nantinya seperti MRT, KRL, TransJakarta, LRT baik Jakarta maupun Jabodebek sendiri.
“Apakah di sisi utara atau selatan. Ada dua alternatif yang masih perlu disepakati oleh pihak Kemenhub sama Pemprov DKI,” ujarnya.
Baca juga: Viral Suzuki Jimny Nongkrong di Atas Rel LRT Sumatera Selatan. Ada Apa?
Bila penetapan lokasi yang akan dikeluarkan oleh Peprov DKI Jakarta sudah diputuskan, maka pihak Adhi Karya akan langsung melanjutkan pekerjaan menuju Dukuh Atas. Progres pekerjaan jalur LRT Jabodebek lintasan Kuningan-Dukuh Atas sendiri saat ini baru mencapai 25,6 persen. Sementara untuk lintasan secara total progresnya 41 persen.
Selain kemacetan, salah satu dampak dari pembangunan jalur LRT juga terlihat dengan dibangunnya halte TransJakarta baru yang diakibatkan oleh jalan yang menyempit.