Tahun 2021 kereta bertenaga hidrogen akan mulai berjalan di rel Jerman. Dengan kereta hidrogen ini para penumpang yang tinggal di Jerman bagian utara bisa melakukan perjalanan pertama mereka di dunia. Padahal pada tahun 2016 lalu, Jerman mengatakan akan meluncurkan kereta bertenaga hidrogen ini pada Desember 2017 untuk pertama kali.
Baca juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen
KabarPenumpang.com melansir dari laman abcnews.go.com (9/11/2017), Alstom, perusahaan engineering asal Perancis mengatakan telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengirimkan 14 kereta sel berbahan bakar ke LNVG yang merupakan perusahaan kereta api di negara bagian Lower Saxony, Jerman.
Kereta api bertenaga hidrogen ini akan beroperasi di rute Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervoerde dan Buxtehude dari bulan Desember 2021. Alstom mengatakan pada hari ini, bahwa kereta Coradia iLint akan memiliki jarak tempuh hingga seribu kilometer dengan kecepatan maksimum 140 km per jam.
Dalam perjalanan dengan kecepatan tersebut, energi kimia hidrogen akan diubah menjadi listrik oleh sel bahan bakar. Sedangkan untuk energi yang tidak digunakan akan tersimpan dalam baterai Lithium yang terpasang di dasar kereta tersebut.
Pengubahan energi ini tidak akan memghasilkan apa-apa selain uap air dan kereta akan berjalan dengan lebih tenang serta bersih daripada menggunakan mesin berbahan bakar diesel. Rencananya untuk menghasilkan hidrogen ini, akan menggunakan turbin angin yang banyak.
Pihak Alstom mengakui produksi kimia semacam ini tidak selalu netral karbon, namun mengingat bahwa zat tersebut sudah di produksi. Maka proyek kereta setidaknya akan memastikan proses ini lebih produktif.
Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api
Teknologi baru ini benar-benar revolusioner bukan karena fakta yang sederhana, dimana kereta api yang didukung oleh sumber listrik konvensional tidak secara inheren kotor. Dampak lingkungan mereka pada dasarnya tergantung pada bagaimana listrik yang mereka hasilkan digunakan dengan demikian bisa dibilang lebih penting untuk fokus pada pembangkit energi hijau, bukan perubahan pada kereta api sebenarnya.
Sehingga bisa dikatakan, kereta bertenaga hidrogen ini sangat cocok untuk digunakan pada jarak yang lebih pendek. Diketahui, kereta model pertama Jerman Coradia iLint saat pertama kali di ujicoba memiliki kecepatan 96,54 km per jamnya.