Gegara platform screen doors rusak, kereta komuter Singapore MRT (SMRT) di North South Line mengalami keterlambatan hingga kurang lebih dua jam lamanya. Sialnya, kejadian ini terjadi ketika peak hours, yang sudah barang tentu berimbas pada penumpukan penumpang yang luar biasa. Tidak mau penumpangnya kecewa, pihak SMRT pun kembali mengeluarkan armada bus cadangannya untuk mengangkut penumpang yang telah lama menunggu.
Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (17/5/2018) kemarin sekitar pukul enam sore. Melalui jejaring sosial Twitter, pihak SMRT mengumumkan keterlambatan pemberangkatan armada dari Ang Mo Kio ke Dhoby Ghaut menuju Marina South Pier selama kurang lebih 15 menit.
Tak lama berselang, melalui jejaring sosial media yang sama, pihak SMRT kembali memberikan informasi penambahan waktu tunggu penumpang menjadi 25 menit. Hingga akhirnya pada pukul 18.45 waktu setempat, status delay tersebut ditingkatkan lagi menjadi 35 menit dari jadwal semua. Dan puncaknya terjadi pada pukul 19.40 waktu setempat, dimana keterlambatan waktu pemberangkatan penumpang meningkat lagi menjadi 45 menit.

Dalam cuitan terpisah, pihak SMRT yang merasa pihaknya harus bertanggungjawab atas kekacuan yang sudah mereka timbulkan, lalu menyediakan layanan bus gratis yang menghubungkan Novena dan Marina South Pier. Dalam sebuah video yang diunggah oleh salah seorang komuter yang turut terjebak pada kejadian kemarin, tampak platform screen doors yang menjadi pembatas antara peron dan rel di jaringan kereta bawah tanah Singapura ini enggan menutup, sehingga sinkronisasi antara pintu kereta dan platform screen doors ini tidaklah terjadi.
Baru akhirnya pada pukul 20.08 waktu setempat, setelah kurang lebih dua jam berkutat membenahi bagian yang rusak, pihak SMR mengumumkan bahwa pengoperasian jalur mereka sudah kembali berjalan normal, dan penumpukkan penumpang bisa segera ditanggulangi. Berdasarkan kesaksian Harvinder Singh, seorang komuter yang terjebak di Stasiun Dhoby Ghaut pada pukul 18.20 menuturkan bahwa kondisi di dalam sangatlah ramai dan platform screen doors tidak mau menutup.
“Pihak SMRT menangani masalah ini dengan baik meskipun … kereta perlu menurunkan kecepatannya untuk memastikan keselamatan penumpang, dan staf SMRT tetap memastikan keselamatan penumpang tetaplah terjaga,” terang Harvinder.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, platform screen doors ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan agar penumpang tidak nyelonong ke rel, tapi juga bertugas sebagai pengatur sirkulasi udara dan penyesuai suhu ruangan. Selain itu, platform screen doors pun mampu menahan terpaan angin yang ditimbulkan ketika kereta lewat langsung.