Penuh Polemik, Maroko Siap Operasikan Kereta Cepat Penuh di Penghujung 2018

Sumber: Morocco World News

Nampaknya tidak hanya Indonesia saja yang kini tengah berupaya untukmenghadirkan jaringan kereta cepat di negaranya, pun dengan Maroko. Diketahui, Maroko kini tengah mempersiapkan kehadiran dari kereta berkecepatan tinggi yang diproyeksikan beroperasi pada akhir tahun 2018 ini. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh operator kereta di negara matahari tenggelam, Office National des Chemins de Fer (ONCF).

Baca Juga: Lintasi Hutan di Karawang, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Optimis Tuntas Akhir Tahun

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (13/7/2018), adapun jaringan kereta cepat ini nantinya akan menghubungkan kota Tangier di Mediterania dengan salah satu kota terbesar yang juga merangkap sebagai Ibukota Keuangan, Casablanca. “Komisioning proyek unggulan ini sudah dicapai pada bulan Juni kemarin,” tutur salah satu juru bicara dari ONCF.

Pihak operator kereta juga optimis bahwa hadirnya jaringan kereta cepat ini dapat membawa perubahan yang signifikan. “Sebuah modernisasi, penanda kemajuan, dan inovasi,” ungkap sang juru bicara. “Jaringan kereta cepat ini juga dapat membangun citra negara menjadi lebih baik lagi, mengingat kondisi negara yang masih berupaya untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” imbuhnya.

Sebenarnya, proyek ini sudah mulai direncanakan sejak tahun 2005 silam dan baru mendapat putusan untuk memulai pembangunan pada November 2007. Lalu pada Februari 2010, ONCF secara resmi menandatangani pendanaan pembangunan proyek ini senilai 20 juta Dirham atau yang setara dengan Rp7,83 triliun.

Pada Desember 2010, ONCF menandatangani kontrak kerja sama dengan Alstom – berperan sebagai penyedia armada kereta cepat – dengan nilai kontrak 400 juta Euro atau yang setara dengan Rp6,7 triliun untuk 14 kereta Euroduplex yang masing-masing mampu mengangkut 533 penumpang.

Patut diketahui, hampir mirip seperti Indonesia, proyek kereta cepat ini juga sempat menuai kecaman dari beberapa golongan. Golongan yang kontra dengan pembangunan jaringan kereta cepat ini menilai kehadirannya belum terlalu dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah transportasi di Maroko. Selain itu – mereka menilai – alangkah lebih bijaksananya jika anggaran yang digunakan untuk pembangunan dialokasikan untuk maslaah yang lebih serius di sana.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Terlepas dari polemik yang sempat membara di Maroko tentang rencana pengadaan jaringan kereta cepat ini, kabar terakhir menyebutkan bahwa pihak operator kini tengah membuka ‘sayembara’ untuk menciptakan logo dari kereta cepat yang pada uji cobanya beberapa waktu yang lalu berhasil menempuh kecepatan 352 km per jam. Sebagai informasi tambahan, proyek yang telah dikembangkan selama kurang lebih satu dekade ini dibiayai oleh banyak mitra, diantaranya adalah ONCF, Perancis, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.