“Ojek Online” Hadir di Melbourne, Tawarkan Mobilitas Tinggi dan Rendah Emisi

Sumber: timeout.com

Dalam banyak hal Australia memang lebih maju dari Indonesia, tapi toh tak melulu Indonesia tertinggal dari apa yang ada di Negeri Kangguru. Sebagai buktinya untuk urusan transportasi di wilayah urban, justru Australia baru saja memperkenalkan layanan yang boleh dikata mirip ojek online di Tanah Air.

Baca Juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney

Sebagaimana yang telah ramai diwartakan, otoritas berwenang di Australia berpendapat bahwa ojek online merupakan sebuah inovasi guna menurunkan jumlah kendaraan pribadi di jalanan. Nah, dalam menyingkapi ketertarikannya tersebut, sebuah layanan ride-sharing berbasis sepeda motor kini hadir di Melbourne, Australia.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman timeout.com (20./3/2018), layanan bernama Scooti ini diketahui sebagai layanan ride-sharing berbasis skuter pertama di Australia. Seorang juru bicara dari Scooti menyebutkan bahwa melakukan perjalanan dengan menggunakan layanan ini akan lebih hemat biaya dan emisi karbon yang dihasilkan pun jauh lebih sedikit ketimbang menggunakan mobil. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa bepergian dengan menggunakan sepeda motor akan lebih cepat dan bisa terhindar dari kemacetan.

Mengingat Scooti merupakan layanan yang masih sangat baru di Australia, maka hingga saat ini perusahaan tersebut masih melakukan pencarian sekitar 50 driver sebelum akhirnya mereka membuka layanannya pada bulan April mendatang. Tidak hanya mencari driver, Scooti juga diketahui tengah mencari investor guna melancarkan rencanannya tersebut.

Pihak Scooti pun tidak membatasi para driver yang ingin menggunakan sepeda motornya sendiri, asalkan kendaraan tersebut sudah memenuhi standar berkendara di Australia. Berbeda dengan layanan serupa yang ada di Indonesia, Scooti akan menggunakan sepeda motor bertenaga listrik dalam pengoperasiannya kelak. Maka dari itu, mereka menyebutkan bahwa berkendara dengan menggunakan Scooti dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.

Pendiri dan CEO Scooti, Cameron Nadi mengatakan bahwa pihaknya akan memprioritaskan harga patokan dan penghargaan terhadap semua drivernya. Pada dasarnya apa yang dilakukan oleh benua tetangga Indonesia ini bisa dibilang cukup inovatif, dengan menggunakan sepeda motor bertenaga listrik. Dengan begitu, program pengurangan polusi udara pun bisa berjalan perlahan.

Baca Juga: Populasi Ojek Online Meroket, Apakah ini Pertanda Bagus Untuk Ibu Kota?

Tidak seperti di Indonesia, khususnya Jakarta, dimana keberadaan ojek online yang terlalu merajalela. Alih-alih menawarkan solusi berkendara bagi setiap orang, layanan ini malah terkesan semakin memperkeruh kemacetan yang sebelumnya sudah memerah. Bagaimana tidak, hampir setiap saat, puluhan hingga ratusan pengemudi ojek online mangkal di setiap stasiun yang ada di Ibukota. Alhasil, kondisi seperti ini malah memperkeruh suasana.