MaaS, Program yang Mampu Maksimalkan Kenyamanan Berkendara Penumpang

Sumber: railgallery.wongm.com

Selain jumlah kendaraan pribadi yang terus meroket, salah satu penyebab meradangnya kemacetan lalu lintas belakangan ini adalah tidak adanya sinergi antar moda. Ya, dewasa ini layanan transportasi berbasis massal yang tersedia seolah masih terkotak-kotak. Anda dipaksa untuk membeli tiket ketika hendak menaiki suatu moda, dan melakukan hal yang sama ketika hendak berpindah layanan atau moda. Bagi sebagian kalangan, fenomena ini dinilai tidak terlalu efisien dan efektif.

Baca Juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Kendati beragam inovasi yang dapat menunjang kenyamanan dan pengalaman para penumpang dalam menggunakan layanan transportasi umum telah banyak dikembangkan, namun langkah-langkah tersebut tetap dinilai belum lengkap dan kurang efektif. Alex Froom, Direktur dari Zipabout, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan platform pemrosesan data di belakang Intelligent Mobility, mengatakan bahwa Mobility-as-a-Service memiliki potensi untuk mendorong perubahan perilaku para pengguna sarana transportasi, baik pribadi maupun umum.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Mobility-as-a-Service atau yang sering disingkat MaaS ini sendiri merupakan integrasi dari berbagai bentuk layanan transportasi ke dalam layanan mobilitas tunggal yang dapat diakses sesuai permintaan. Sesuai dengan definisinya, maka sejumlah penyedia jasa layanan transportasi harus saling bersinergi guna memudahkan perjalanan para penumpang, baik itu pihak swasta maupun negeri.

Adapun inti dari MaaS ini adalah untuk memberikan kemudahan maksimal kepada penumpang yang hendak bepergian dari titik A menuju titik B dengan hanya melakukan sekali pembayaran di awal, meskipun si penumpang menggunakan lebih dari satu moda. Ketika program MaaS ini sudah berjalan dan disinergikan dengan teknologi pendukung yang dapat ‘memanjakan’ penumpang, maka Alex meyakini hal tersebut akan mendokngkrak pengalaman berkendara seseorang.

Namun pengimplementasian dari program MaaS ini tidaklah semudah yang dibayangkan. MaaS membutuhkan inovasi yang signifikan dalam sistem yang sangat mendukung infrastruktur transportasi yang ada. Hal ini membutuhkan, antara lain, pembagian data dan kolaborasi komersial, pemahaman menyeluruh tentang perilaku dan permintaan penumpang, visi untuk melihat ke sudut jauh dari pusat kota, dan teknologi canggih untuk mengikat semuanya dalam satu paket komplit.

Baca Juga: Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!

Pada akhirnya, Alex menghimbau kepada para penyedia jasa layanan transportasi untuk saling bersinergi demi memberikan kenyamanan dan kemudahan secara menyeluruh kepada para penumpang. “Sekarang saatnya bagi industri transportasi untuk bersatu dalam pendekatan yang lebih kohesif dan membuka potensi penuh dari MaaS untuk kepentingan penumpang,” ucap Alex.