Kumuh di Luar, Ciamik di Dalam. Inilah Stasiun MRT Caojiawan

Stasiun Caojiawan. Sumber: cnn

Bak disambut oleh modernisasi, mungkin pemandangan gedung-gedung tinggi ketika Anda turun dari sistem Mass Rapid Transit (MRT) di luar negeri sudah bukanlah jadi hal yang aneh. Jika ditelisik lebih dalam, memang salah satu tujuan dari pembangunan stasiun MRT adalah untuk mengkoneksikan pusat-pusat keramaian di suatu kota, bukan?

Baca Juga: Stasiun Kereta Ini Khusus Layani Seorang Gadis SMA Untuk Bersekolah, Salut!

Nah, di Cina, ada satu stasiun MRT yang seolah membawa Anda menuju dunia antah berantah, dimana pemandangan gedung-gedung tinggi tersebut tergantikan oleh rerumputan tinggi, lengkap dengan puing-puing sisa bangunan. Nah lho!

Sumber: cnn

Sebagai salah satu tulang punggung sarana transportasi di Negeri Tirai Bambu, tidak heran jika otoritas di sana berusaha untuk mengkoneksikan semua titik yang akan memudahkan mobilitas daripada masyarakatnya. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com, terdapat sebuah statiun MRT unik di pinggiran kota Chongqing, Cina. Seperti yang sudah disinggung di atas, stasiun bernama Caojiawan ini berada di tengah semak belukar, lengkap dengan puing-puing bangunan yang sudah tidak terpakai lagi.

Perbandingan yang sangat signifikan terlihat dari area luar stasiun ini, dimana sentuhan modernisasi hanya tampak dari bibir terowongan menuju Stasiun Caojiawan saja. Sedangkan daerah sekelilingnya, hanyalah ditumbuhi oleh rumput dan tanaman liar. Namun ketika Anda masuk ke dalamnya, stasiun MRT yang dilintasi oleh Metro’s Line 6 ini memiliki tampilan yang sewajarnya sebuah stasiun MRT. Sentuhan modernisasi tampak di setiap sudut stasiun yang sejuk oleh pendingin udara.

Interior Stasiun Caojiawan. Sumber: cnn

Pada awalnya, Stasiun Caojiawan memiliki tiga buah pintu keluar, namun karena satu dua hal, hingga kini hanya satu pintu saja yang dapat diakses oleh para penumpang. Entah di dasari pada kondisi di luar stasiun yang belum terjamah oleh modernisasi atau memang stasiun ini bukanlah salah satu destinasi utama penumpang, namun Caojiawan bisa dibilang termasuk stasiun paling sepi diantara stasiun lain yang bertengger di sistem MRT Tiongkok.

Terbukti, stasiun yang mulai beroperasi  pada 26 Oktober 2015 ini hanya melayani beberapa penumpang saja ketika jam sibuk. “Sedikit sekali penumpang yang turun di stasiun ini. Biasanya, tidak akan ada penumpang yang naik atau turun di sini,” tutur salah satu pekerja stasiun.

Baca Juga: Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia

Dilansir dari laman sumber lain, desain jalur kereta bawah tanah dan pembangunan jalan dikelola oleh dua departemen pemerintahan yang berbeda. Departemen Perencanaan Kota dilaporkan mengikuti pengembangan jalur metro di masa depan. Hal ini berarti kemungkinan ada sebuah kota yang dibangun di dekat Stasiun Caojiawan suatu hari nanti.