Selasa, 13 Juni 2017 menjadi hari kelabu bagi dunia perkeretaapian, pasalnya Walahar Express baru saja menjadi korban tabrakan minibus di jalur kereta Pasar Senen yang mengakibatkan gerbongnya terbakar. Yang menyedihkan, gerbong AC yang terbakar nampak masih baru. Kereta ini merupakan kereta ekonomi jarak jauh yang di operasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1. Dulunya Walahar Express merupakan kereta Lokal atau Patas Purwakarta atau juga disebut kereta Odong-Odong yang melayani penumpang hanya sampai stasiun Cikampek.
Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Walahar Express memiliki rute Tanjung Priok – Purwakarta (PP). Kereta ini merupakan kereta lokal kelas ekonomi yang memiliki tarif paling murah yakni Rp6 ribu sekali jalannya. Walahar Express sendiri memiliki jalan lintasan yang hampir lurus di wilayah Kabupaten Karawang hingga Bekasi.
Awalnya kereta ini berangkat dari stasiun Jakarta Kota, kemudian pada Februari 2017 lalu kereta ini dialihkan ke stasiun Tanjung Priok bersamaan dengan Jatiluhur Express. Dimana Jatiluhur Express saat ini sudah disatukan dengan Walahar Express yang melayani perjalanan Tanjung Priok – Purwakarta serta kereta api Lokal Cikampek yang melayani rute Tanjung Priok – Cikampek.

Walahar Express sering disebut dengan kereta diesel (KRD), padahal sudah tidak lagi sebagai kereta diesel dan diganti menjadi kereta ekonomi biasa dengan kode K3. Rangkaian kereta Walahar ini dimulai dengan sebuah lokomotif diesel, gerbong K3 digunakan untuk gerbong tujuh hingga sembilan, terdiri dari sebuah gerbong makan dan gerbong barang.
Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia
Kereta yang dulunya merupakan Patas Purwakarta ini lahir pada awal tahun 1970-an. Saat itu adalah masa-masa indah Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang kini dikenal dengan PT KAI, dimana kereta api dikategorikan menjadi kereta cepat. Kereta Walahar Express atau Patas Purwakarta ini menggunakan lokomotif diesel hidrolik yang menjadi unggulan PJKA, namu seiring waktu digantikan dengan diesel elektrik.
Gerbong Walahar Express ini menggunakan kereta ekonomi buatan tahun 1964, 1965, 1966, 1978 hingga 1985 dan terkadang juga gerbongnya meminjam dari kereta api Gaya Baru Malam Selatan.
Baca juga: Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia
Sebenarnya pemindahan jalur yang dulunya Jakarta Kota sekarang dari Tanjung Priok ini dikarenakan meningkatnya penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta listrik (KRL) dari stasiun Jakarta Kota yang juga melayani pemberangkatan kereta api jarak jauh dan kereta lokal. Apalagi pada akhir pekan, pengguna kereta di stasiun tersebut sangat padat, sehingga jalur Wlahar Express tujuan Tanjung Priok – Purwakarta dan Tanjung Priok – Cikampek dipindah.