Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Taj Mahal di India menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi pelancong baik lokal maupun mancanegara. Kehadiran Taj Mahal memberikan warna dan arti sendiri bagi para pengunjungnya. Sebab, sebagai sebuah makam, Taj Mahal juga melambangkan simbol cinta jika merunut dari terbangunnya bangunan tersebut.
Baca juga: Kabar Duka dari India, Aktor Muda Bollywood Tewas Setelah Terjatuh dari Peron
KabarPenumpang.com melansir dari laman theweek.in (13/2/2018), mendapatkan kabar bahwa pada 1 April 2018 mendatang, pengunjung Taj Mahal harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk menikmati monumen cinta dengan lapisan marmer warna putih tersebut. Awalnya tiket masuk ke monumen cinta ini hanya Rs40 atau Rp8500 menjadi Rs50 atau Rp11 ribu.
Sedangkan untuk pengunjung yang ingin masuk kedalam makam utama harus merogoh kocek tambahan Rs250 atau Rp53 ribu. Kenaikan tiket masuk Taj Mahal tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan India Mahes Sharma.
“Kami ingin melestarikan Taj Mahal untuk generasi mendatang. Penelitian konservasi mengenai aspek ini sedang berlangsung di beberapa institut dan salah satu institut, NEERI (National Environmental Engineering Research Institute) telah menyarankan agar jumlah orang di dalam mausoleum utama perlu diatur. Saya mengadakan pertemuan dengan semua pemangku kepentingan dan untuk saat ini diputuskan untuk tidak membatasi jumlah orang,” kata Sharma.
Tak hanya kenaikan tarif tiket, untuk waktu kunjungan para pengunjung pun tidak lagi bisa menghabiskan waktu sepanjang hari di Taj Mahal. Sharma mengatakan, para pengunjung hanya memiliki waktu maksimal tiga jam, jika melebihi waktu tersebut akan dikenakan biaya tambahan. Untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para wisatawan, pemerintah berencana membangun koridor dari bandara ke Taj Mahal.
Selain itu juga ada rencana pemerintah dimana akan membangun pusat pariwisata malam di lahan kosong seluas 20 hektar yang berdekatan dengan Yamuna di Agra. Sharma menambahkan, bahwa akan hadir sebuah museum Kumbh di Allahabad, Ram Experience Center di Ayodhya dan museum lainnya di Gorakhnath, Gorakhpur. Kementerian Kebudayaan India juga sedang mengerjakan sebuah museum untuk Subash Chandra Bose dan sebuah pusat pameran di IGNCA.
“Kami percaya bahwa Subhash Chandra Bose belum menerima jenis kepentingan yang seharusnya dimiliki dan itulah mengapa kami memutuskan untuk membangun museum untuknya,” kata Sharma.
Alokasi anggaran untuk Kementerian Kebudayaan India telah meningkat sekitar empat persen untuk tahun 2018-2019. Sharma menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan latihan besar pada 100 Monumen Adarsh, fasilitas e-ticketing di semua monumen, kemudian melakukan pemetaan budaya India, Rashtriya Sanskriti Mahotsav, Gangga Mahotsav, Olimpiade Teater ke-8, Festival India di atas kapal dan Digitisasi untuk mempopulerkan budaya India terutama di kalangan kaum muda.
Alokasi anggaran ini juga digunakan untuk mengembangkan sepuluh lokasi wisata unggulan ke destinasi Iconic Tourism dengan membangun fasilitas kelas dunia. Situs ikonik tersebut yakni Taj Mahal dan Fatehpur Sikri, Agra (UP), Gua Ajanta dan Ellora, Aurangabad (Maharashtra), Benteng Merah, Makam Humayun, Qutb Minar dan Purana Qila (Delhi), kelompok kuil Khajuraho (Madhya Pradesh), Hampi kelompok monumen (Karnataka), Kuil Shore, Mahabalipuram (Tamil Nadu), Kuil Matahari, Konark (Odisha) dan Benteng Golkonda, Hyderabad (Telangana).
Selain itu, pekerjaan konservasi dan perbaikan fasilitas sudah dilakukan di Lal Quila, Purana Qila dan Qutb Minar dalam kemitraan dengan pihak swasta. Interglobe, perusahaan induk di belakang maskapai Indigo, sedang bekerja di Lal Quila dan Yatra.com untuk mengerjakan Qutb Minar. Sharma juga memberikan rincian tentang skema pemetaan budaya yang dilaksanakan dengan pengeluaran Rs490 crores selama tiga tahun ke depan di 622 Kabupaten.
Baca juga: Chennai Mofussil, Terminal Bus Terbesar dengan Kapasitas 2.000 Bus
Dalam hal ini, semua seniman di setiap sudut negara melakukan pendaftaran di portal pusat, dan melalui proses kompetitif mereka akan dibagi ke dalam berbagai kategori. Ini tidak hanya akan membantu memberikan bantuan kepada para seniman, namun juga akan membantu melestarikan seni dan kerajinan yang hampir menjadi naluri. Sharma menjelaskan, hampir satu crore artis seperti itu sudah terdaftar di portal tersebut.