Yuk Kenali “Ganasnya” Laut Dengan Level Sea State

Sumber: istimewa

Mungkin beberapa dari Anda ada yang pernah mendengar kata sea state. Sesuai dengan morfologinya, kata ini tentu akan berhubungan dengan sesuatu yang ada di lautan. Jika diartikan, sea state merupakan ukuran yang lazim digunakan untuk mengukur “keganasan” laut pada suatu waktu tertentu.

Ukuran keganasan laut tersebut diperoleh berdasarkan pengalaman, utamanya oleh para pelaut yang telah terbiasa berlayar di lautan lepas. Maka tidak heran, jika sea state kerap kali dijadikan tolak ukur kemampuan operasi rancang bangun kapal permukaan secara global.

Baca Juga: Mengenal Inflatable Liferaft, Sosok Tabung Berwarna Putih di Geladak Kapal

Untuk menghasilkan ukuran tersebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sea state level ini, diantaranya adalah kekuatan angin dan gelombang. Sea state sendiri memiliki beberapa tingkatan, dimana setiap tingkatan memiliki deskripsi dan ukurannya masing-masing. Ini artinya, setiap saat sea state level bisa terus berubah, tergantung dari faktor-faktor pendukungnya tadi. Begitu pula halnya dengan gelombang laut yang gerakannya tidak berpola akan sangat menentukan sea state level tersebut.

Ada beberapa acuan yang digunakan untuk mengukur sea state level, salah satunya adalah Beaufort Wind Force Scale, yaitu ukuran empiris yang menghubungkan kecepatan angin dengan kondisi yang diamati di laut. Nama ini diambil dari salah seorang perwira Angkatan Laut Kerajaan Irlandia yang bernama Francis Beaufort pada abad ke-19. Diketahui, Francis jugalah yang merancang perhitungan ini. Perwira laut kala itu melakukan observasi cuaca tanpa skala standard an sangatlah subjektif. Hadirnya Skala Beaufort membantu standarisasi pengamatan ini.

Skala Beaufort. Sumber: metservice.com

Walaupun Beaufort Wind Force Scale ini telah mengalami beberapa kali penyesuaian, namun skala ini masih digunakan setelah 200 tahun sejak pertama kali disahkan. Walaupun di beberapa negara menganggap ada 17 tingkatan di dalam skala Beaufort, tapi World Meteorological Organization hanya mengakui 13 kelas saja. Sea state terkecil dalam skala Beaufort adalah kondisi dimana angin laut berkecepatan kurang dari 1 knot dengan ketinggian ombak 0 (nol) meter. Sedangkan sea state level tertinggi di skala Beaufort adalah skala 12, dimana kecepatan angin melebihi 64 knots (118 km per jam), dengan ketinggian gelombang di atas 14 meter.

Skala Douglas. Sumber: metservice.com

Jika dalam skala Beaufort memasukkan unsur kecepatan angin untuk mengukur sea state level, lain halnya dengan Douglas Sea Scale. Perhitungan yang dikembangkan pada tahun 1920-an oleh Captain H. P. Douglas ini bertujuan untuk mengukur keganasan laut. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari metservice.com, World Meteorological Organization dan MetService menggunakan skala Douglas untuk menentukan keadaan di laut.

Baca Juga: Yang Harus Diingat dari Asuransi Penumpang

Skala Douglas sendiri memiliki 10 tingkatan, dimana tingkatan pertama tidak memiliki ketinggian ombak sama sekali alias 0 meter dan dideskripsikan sebagai perairan yang tenang. Sedangkan tingkatan tertinggi di skala Douglas memiliki ketinggian ombak hingga lebih dari 14 meter. Perlu diketahui, setiap kapal memiliki resistensi tersendiri dalam mengarungi lautan. Itu berarti, ketika kapal tersebut berlayar melebihi batas sea state level yang sudah ditetapkan ketika diproduksi, maka kapal tersebut berada dalam kondisi bahaya.