Tupolev “Concordski” T-114 – Jiplakan Concorde Yang Kalah Digdaya

Tupolev Tu-144. Sumber: airliners.net

Ketika mendengar kata pesawat penumpang supersonik, mungkin Concorde menjadi yang pertama muncul di benak Anda. Tapi Concorde bukanlah satu-satunya pesawat berkecepatan fantastis yang pernah menghiasi dunia kedirgantaraan. Pada 31 Desember 1968, sebuah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Rusia yang bermarkas di Moskow, Tupolev menerbangkan prototipe Tupolev Tu-144. Pesawat tersebut disinyalir sebagai seteru Concorde, walaupun kekurangan dari produk Rusia ini tidak bisa mengalahkan kejayaan rivalnya.

Baca Juga: Satu Dekade Lebih ‘Terlantar,’ The Last Concorde Akhirnya Huni Rumah Barunya

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, rivalitas antara Concorde dan Concordski (julukan Tupolev Tu-144) dimulai ketika masyarakat di bagian Bumi sebelah Barat mengklaim bahwa Concordski merupakan jiplakan dari Concorde, meskipun pesawat yang dirancang oleh Andrew Tupolev ini mengudara dua bulan lebih awal daripada Concorde. Mereka menilai bahwa Concordski tidak lebih cepat dari Concorde, kurang aman, jarak tempuhnya lebih pendek, dan lebih sulit dikendalikan.

Pernyataan masyarakat Barat tersebut pun terbukti. Di perhelatan Paris AirShow yang diadakan pada 3 Juni 1973, Concordski jatuh dan menewaskan 14 orang. Enam diantaranya merupakan awak pesawat dan sisanya adalah orang-orang yang tengah berada di daratan. Banyak spekulasi mencuat pasca jatuhnya pesawat dengan desain yang hampir sama dengan Concorde ini, dari mulai kapabilitas pesawat yang tidak mumpuni untuk melakukan sebuah manuver, hingga sang pilot yang melakukan manuver mengelak untuk menghindari pesawat lain yang tengah mengabadikan momen tersebut.

Lagi, setelah mereka membenahi kekurangan pada model sebelumnya, Tupolev Tu-144D kembali jatuh saat uji coba penerbangannya. Hingga periode 1983, Concordski tercatat hanya mengudara sebanyak 102 kali. Nyaris di ujung tanduk, kiprah Tupolev Tu-144 masih bisa diselamatkan setelah pesawat ini digunakan untuk melatih pilot dari pesawat ruang angkasa Buran, dibawah pengawasan program luar angkasa Soviet.

Ditambah lagi dengan Badan Antariksa Amerika, NASA, yang menggunakan pesawat ini sebagai objek penelitian pesawat supersonik. Dari situ, Tupolev Tu-144 masih bisa memperpanjang nafasnya sedikit.

Walaupun sistem kontrol, navigasi, mesin, rentang penerbangan, sistem pengereman dan kontrol mesin Tupolev Tu-144 tertinggal jauh di belakang Concorde, tapi sistem aerodinamika pesawat Soviet ini mengungguli kompetitornya tersebut.

Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya

Tu-144 mulai beroperasi pada 1975 sebagai pesawat kargo dan surat yang menghubungkan Moskow dan Alma Ata. Dua tahun berselang, layanan penerbangan penumpangnya mulai beroperasi di antara dua kota itu. Sayangnya, layanan penumpangnya ini hanya bertahan selama 7 bulan, terhitung sejak kecelakaan fatal yang akhirinya berbuntut pada penghentian pengoperasian Tupolev Tu-144. Setelah penerbangan komersial terakhir pada 1 Juni 1978, Tupolev Tu-144 yang masih tersisa disimpan dan sebagian lainnya didonasikan ke museum.

Terhitung sejak produksi pertamanya pada tahun 1968, Tupolev telah merancang sekitar 16 pesawat dengan beragam varian, seperti Tu-144, Tu-144D, Tu-144DA (Proyeksi perbaikan dari Tu-144D dengan kapasitas bahan bakar yang lebih besar), dan Tu-144LL.