Toyota Lansir JPN Taxi, Prototipe Taksi dengan Bahan Bakar Hybrid

JPN Taksi (Toyota)

Toyota telah meluncurkan prototipe JPN Taxi pada Tokyo Motor Show 2017. Diketahui, taksi ini menggunakan gas alam cair (LPG). Pada taksi tersebut juga dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang menjadi bagian besar dari model taksi baru ini dan akan segera masuk pada dealer-dealer di Jepang.

Baca juga: Oslo, Kota Dengan Tarif Taksi Termahal di Dunia, Jakarta Ada Diurutan Berapa Ya?

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (25/10/2017), JPN Taxi disebut-sebut memiliki beberapa fitur untuk kenyamanan pengendara dan ergonomi pengemudi. Lantai yang rendah dan datar memudahkan penumpang masuk dan keluar dari taksi.

Uniknya pintu taksi ini pada bagian kiri menggunakan pintu geser dan bagian kanan pintu seperti yang ada di mobil biasanya. Pintu sebelah kiri untuk memudahkan penumpang yang menggunakan kursi roda atau penyandang disabilitas.

Toyota juga memindahkan pilar da cermin samping pada JPN untuk meningkatkan visibilitas pengemudi. Di tempat pengemudi, dashboard di modifikasi dan telematika dipasang agar lebih mudah dan menjaga agar mata pengemudi tetap di jalan.

Tak hanya itu, setiap penumpang bisa melihat kecepatan kilometer pengemudi saat mengendarai JPN Taxi ini. Sebab meteran terintegrasi yang bisa dilihat semua orang dalam kendaraan.

JPN Taksi (Toyota)

JPN Taxi yang saat ini dipamerkan pada Tokyo Motor Show 2017,  terdiri dari level standar dan premium. Dimana masing-masing menawarkan jumlah perlengkapan yang berbeda dan keduanya akan memiliki pilihan LPG hybrid untuk drivetrain. Saat ini untuk mesin bahan bakar gas yang akan menggantikan bensin ataupun solar dengan penyimpanan LPN di bagian belakang kendaraan.

Mesin pembakaran dan komponen hybrid berada di bagian depan dan taksi di desain front wheel drive. Menggunakan JPN Taxi ini adalah insiatif Toyota untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi kemacetan lalu lintas dijalur tertentu yang juga bekerjasama dengan Hire-Taxi Associations of Japan.

Proyek ini sudah dimulai pada April 2017 kemarin dan akan diintegrasikan dalam aplikasi Navigasi Smartphone JPN TC. Informasi untuk aplikasi kemacetan lalu lintas dikumpulkan melalui kombinasi video mengemudi mengemudi dan data kendaraan dari 500 taksi yang saat ini beroperasi di wilayah metropolitan Tokyo.

Layanan di semua Taksi JPN yang memilihnya akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2018. Ini akan beroperasi melalui modul komunikasi data yang sama seperti DCM, karena kebanyakan kendaraan Toyota terjual secara komersial sejak tahun 2005. Sistem baru ini adalah spesifik, tapi mungkin diluncurkan di bagian lain Jepang karena Toyota menganalisis data pemakaian.

Baca juga: Ketika Oversupply, Armada Taksi Blue Bird Nantinya Tawarkan Jasa Antar Barang

Informasi kemacetan lalu lintas dikumpulkan melalui kendaraan individu dan dikirim ke sistem cerdas buatan yang menganalisis data. Ini kemudian menghasilkan tidak hanya kondisi lalu lintas untuk segmen jalan raya, seperti sistem informasi lalu lintas generasi sekarang, namun juga jalur-spesifik termasuk kepadatan kendaraan, kecepatan rata-rata, konstruksi, penutupan sementara, dan sebagainya. Ini kemudian dikirim ke kendaraan lain dengan DCM, memperbarui lansiran navigasi mereka dengan yang terbaru.