Tiga Inovasi ‘Otonom’ di Bandara Internasional Changi Tuai Banyak Pujian

Sumber: straitstimes.com

Seolah sudah menjadi sebuah risiko dimana minat dan tren dunia aviasi global yang terus menanjak, maka peningkatan di sektor infrastuktur pun harus mulai digenjot sedini mungkin. Wajar saja jika pemberitaan seputar dunia transportasi udara belakangan ini selalu menyinggung soal pengadaan terminal baru atau pemberdayaan robot di beberapa terminal. Semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk menampung dan melayani para penumpang yang diperkirakan akan terus merangkak naik setiap kuartalnya.

Baca Juga: Trafik Penumpang Terus Melesat, Bandara Shenzhen Siap Operasikan Sistem Kereta Otonom

Seperti yang sudah disinggung di atas, pemberdayaan beragam inovasi baru pun sudah dapat Anda jumpai di Indonesia, seperti counter self check-in Garuda Indonesia di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Lalu, bagaimana dengan negara-negara lain? Tentu beberapa dari mereka sudah lebih maju ketimbang Ibu Pertiwi. Sebut saja Bandara Incheon di Korea Selatan yang mempekerjakan beberapa robot di terminalnya, dan yang baru-baru ini mengundang decak kagum warganet adalah Bandara Internasional Changi, Singapura.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (17/6/2018), salah satu bandara tersibuk di kawasan Asia ini memperkenalkan sejumlah moda otonom untuk disandingkan dengan tenaga manusia. Tidak hanya di dalam terminal, namun otomatisasi ini pun terjadi di tarmak Bandara Internasional Changi.

Seperti yang kita ketahui bersama, ada banyak sekali checklist yang harus dilakukan oleh pilot sebelum mengudara, sebut saja dokumen pra-penerbangan yang harus disertifikasi dan ditandatangani oleh sang kapten. Alih-alih mempekerjakan tenaga manusia dalam tugas ini, Bandara Internasional Changi lantas memberdayakan kendaraan otonom. Hasilnya pun tidak mengecewakan, kendaraan yang mengambil alih porsi kerja manusia ini pun menuai pujian dari banyak pihak.

Selain itu, ada juga kendaraan otonom terpandu yang menggiring Load Device (LD) menuju pintu kargo. Teknologi ini pun berpotensi untuk menggantikan peran dari towing car yang selama ini masih dioperasikan oleh tenaga manusia.

Baca Juga: Panasonic Uji Coba Kursi Roda Otonom di Bandara Haneda

Satu lagi yang menyita perhatian banyak orang adalah kursi roda pintar, yang dapat digunakan oleh penumpang lanjut usia atau penyandang disabilitas untuk masuk ke dalam pesawat dari ruang tunggu. Alih-alih seorang staf harus mendorong satu kursi roda, kini seorang staf bisa langsung mengontrol tiga kursi roda sekaligus. Untuk urusan kursi roda otonom ini, Bandara Internasional Changi bekerja sama dengan penyedia layanan ground-handling setempat, SATS.