Tidak Pinjamkan Charger, Wanita Ini Ancam Pengemudi Uber

Sumber: dailymail.co.uk

Sebagai salah satu moda darat berbasis aplikasi, Uber memang tidak mengetahui sifat penumpang yang akan menggunakan jasanya. Seperti yang terjadi di Kota New York baru-baru, dimana seorang penumpang wanita mengancam si sopir yang tidak bisa meminjamkan charger kepadanya. Kejadian ini terekam oleh kamera yang terpasang pada dashboard sebuah mobil Uber. Si wanita mengancam akan membuat laporan palsu tentang si sopir yang berusaha untuk memperkosanya. Seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk, awal bulan ini seorang wanita yang menggunakan jasa Uber terlihat tengah memaki-maki sang driver dibarengi dengan umpatan kasar yang terlontar dari mulutnya.

Dalam video berdurasi 8 menit yang tercantum di laman dailymail.co.uk ini, terlihat sang wanita tidak terima dengan perlakuan sang sopir Uber yang tidak bisa meminjamkannya charger. Sang wanita lalu mengancam akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, tentu saja berupa sebuah laporan palsu. Dalam sebuah percakapannya, wanita itu mengatakan akan memukul wajahnya dan mengaku bahwa itu dilakukan oleh sang sopir.

Pengemudi berkulit hitam itupun mencoba untuk menyuruh wanita itu untuk keluar dari mobilnya, dan berhenti di sebuah stasiun kereta, namun si wanita menolak dan tiada hentinya menghujat si pengemudi. Walaupun penumpang tersebut terus mencecar dengan kata-kata kasar, tapi si pengemudi tetap sabar tanpa membalas umpatan wanita tersebut dengan satu patah kata kasarpun. Tidak ada kata-kata lain yang terlontar dari mulut si wanita selain akan melaporkan si pengemudi ke polisi.

Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk

Satu waktu, si pengemudi yang sudah mulai gerah dengan cacian di penumpang berkata, “Kalau Anda tidak punya charger, mintalah secara sopan, maka saya akan menjawabnya secara sopan pula,” ujarnya kepada sang wanita. “Maaf, saya tidak memiliki charger,” tambah si pengemudi. Mendengar pernyataan tersebut, si penumpang terus saja mengancam akan membuat laporan pemerkosaan palsu dan melaporkannya ke polisi. “Kamu akan dipenjara. Saya akan laporkan polisi sekarang juga, akan saya beritahu mereka bahwa Anda telah menahan apa yang saya kehendaki,” timbal wanita  berkulit sawo matang itu.

Pengemudi yang diketahui sudah 2 tahun bekerja untuk Uber ini terus berkata agar wanita ini untuk turun dari mobil yang ia kendarai dn mencoba untuk meminjamkan smartphonenya agar si wanita dapat meminta pacaranya untuk menjemputnya. Namun tindakan itu tetap tidak membuahkan hasil. Setelah kurang lebih 8 menit penuh cacian, akhirnya si wanita turun dari mobil sembari terus mengumpat menggunakan bahasa campuran Inggris dan Spanyol.

Juru bicara Uber langsung mengkonfirmasi terkait beredarnya video ini. “Tindakan ini benar-benar kasar dan tidak dapat diterima,” tuturnya kepada Dailymail.co.uk, Kamis (6/4/2017) waktu setempat. “Berdasarkan pedoman kami, di sini sudah sangat jelas, tidak ada toleransi terhadap siapapun yang menggunakan Uber. Akun pengguna tersebut sudah di blokir dan kami tengah memperdalam kejadian ini,” tambahnya.

Terkait kejadian ini, Uber dan pesaingnya, Lyft, sebelumnya telah menghimbau kepada para pengemudinya untuk tetap menerapkan keselamatan dalam berkendara tapi tidak memeriksa para pengemudi tersebut layaknya yang diterapkan oleh layanan taksi berlisensi. Maka, kedua perusahaan ini ke depannya sepakat untuk membuat peraturan baru dimana setiap pengemudi harus bersih dari catatan pelanggar seks. Ini bertujuan agar penumpang tidak perlu resah ketika menaiki Uber maupun Lyft.