Bandara Changi Singapura Jumat (8/9/2017) ini telah memperbaharui teknologinnya dengan penggunaan Augmented Reality atau realitas tertambah. Penggunaan kacamata Augmented Reality ini diumumkan oleh Singapore Airport Terminal Services (SATS) sebagai pihak pengelola bandara. Nantinya Augmented Reality ini akan digunakan oleh 600 staf bandara untuk memberikan informasi secara real time atau pada waktu itu juga tentang bandara atau hal penting lainnya kepada calon penumpang dan pengunjung.
Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler
KabarPenumpang.com melansir dari lonelyplanet.com (8/9/2017), bandara Changi berharap dengan adanya teknologi Augmented Reality yang digunakan bisa meningkatkan efisien penanganan bagasi dan mempersingkat waktu muatan selama 15 menit. Sehingga hal ini bisa mempermudah penumpang yang ada di Changi dalam penanganan bagasi atau memiliki waktu tunggu yang lebih pendek dari biasanya baik saat akan berangkat atau tiba.
Pada kacamata Augmented Reality ini sudah menggunakan teknologi baru yang memudahkan para petugas darat dalam memindai penanda visual atau sama seperti memindai kode QR pada bagasi dan muatan para penumpang. Tujuannya yang jelas untuk mencari tahu informasi seperti berat barang dan nomor unit barang tersebut.
Tak hanya memudahkan dalam penanganan bagasi, kacamata ini juga membantu petugas pusat untuk mengontrol serta memantau segala penangan yang ada di bandara secara lebih praktis.
“Inovasi ini secara langsung akan menguntungkan pekerja bandara kami, meningkatkan produktivitas dan membuat tempat kerja mereka lebih aman. Ini adalah cara untuk memanfaatkan teknologi agar bandara dan maskapai penerbangan kita tetap berada di depan persaingan mereka,” kata Khaw Boon Wan, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Transportasi Singapura.
Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi
Augmented Reality ini sempat di coba oleh petugas bandara pada Juni lalu dengan empat operator termasuk Singapore Airlines. Kacamata AR ini, nantinya akan diluncurkan secara bertahap. Teknologi AR diharapkan bisa di implementasikan sepenuhnya pada pertengahan tahun 2018 mendatang.
SATS juga berencana meluncurkannya dalam pengoperasian di luar negeri seperti Hong Kong dan Indonesia. Proyeksi teknologi pintar ini dikembangkan dalam kemitraan dengan Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS).