Sistem Monitoring Jadi Hambatan Terbesar Implementasi Tol Laut

Pelabuhan Tanjung Priok

Saat ini masih banyak yang mengira tol laut adalah tol yang dibangun di atas lautan untuk menghubungkan daerah satu dengan yang lain. Padahal bila diusut dan dijelaskan, tol laut adalah jalur pelayaran yang bebas hambatan dan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Selain itu, tol laut juga nantinya diharapkan membantu pengiriman barang dari satu pulau ke pulau lainnya, sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan-bahan pokok baik itu sembako, BBM hingga semen. Nantinya, dengan adanya tol laut ini diharapkan, harga barang bisa lebih murah dari pengiriman menggunakan moda transportasi lainnya.

Presiden Jokowi, mengharapkan dengan laut, masyarakat Indonesia bisa merasakan pemerataan ekonomi. Sayangnya, dalam pembangunan tol laut ini tak mudah terealisasikan sebab banyak kendala salah satunya adalah anggaran untuk pegembangan atau pertahanan laut yang tak lebih dari 1 persen.

Ports Of Indonesia
Ports Of Indonesia

Dilansir dari Kontan.co.id (19/8/2014), kondisi pelabuhan Indonesia saat ini belum semua memungkinkan atau bisa dikatakan sangat minim walaupun jumlahnya sudah banyak. Namun, sekarang hanya ada beberapa pelabuhan yang sudah siap dengan konsep laut ini karena masuk dalam kategori pelabuhan besar.

Peta pelayaran juga menjadi permasalahan besar lainnya, karena Indonesia belum memiliki peta jalur laut yang jelas dan bisa digunakan untuk pelayaran dalam negeri. Apalagi untuk menjalankan tol laut, pemerintah harus siap dengan sumber daya yang ada. Menggunakan sistem monitoring adalah hal terpenting.

Sehingga pemerintah harus memperbaiki sistem monitoring ini sebelum menjalankan tol laut. Sebab, sistem monitoring laut Indonesia, digunakan untuk menyimpan data dan mengetahui posisi kapal. Bila sistem monitoring laut tidak berjalan, bukan hanya tidak bisa mencari dan melihat posisi kapal, tetapi akan membuat jalur pelayaran terhambat akan arah dan tujuan kapal berlayar.

Berbicara masalah laut, sumber daya alam yang ada di lautan juga patut untuk dikelola. “Ketika kita bicara laut, kita harus tahu ada apa saja di laut, ada minyak,ada potensi gas besar, cilakanya dengan teknologi asing itu lebih tinggi, dan mereka melakukan riset, akurasinya baik dan ini takutnya sudah sampai ke dunia bisnisnya,” kata Ridwan yang dikutip dari Kompas.com (19/8/2017).

Diketahui hingga saat ini ada empat pelabuhan besar yang mampu menjadi persandaran kapal-kapal untuk tol laut yakni, Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak dan Makassar. Selain itu ada tujuh trayek dalam perjalanan tol laut ini, tiga diantarnya adalah trayek baru yakni Tanjung Priok-Enggano-Mentawai-Pulau Nias-Sinabang, Tanjung Perak-Belang Belang-Sanggara-Pulau Sebatik-Tanjung Perak dan Tanjung Perak-Kisar-Namrole-Kisar-Tanjung Priok. Bila dihitung, saat ini trayek perjalanan tol laut sudah ada 13 taryek tol laut.