Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional

Sumber: labanapost.com

Kabar mengejutkan datang dari salah satu startup Indonesia yang berkecimpung di dunia transportasi berbasis aplikasi, Gojek. Setelah pada pertengahan Januari 2018 kemarin Gojek mendapat sokongan dana dari mesin pencarian nomor wahid seantero jagad, Google, kini pionir ride sharing di Indonesia tersebut mendapat kucuran dana segar (lagi) dari PT Astra International. Walaupun jumlahnya tidak se-fantastis Google, namun Astra yakin investasinya di Gojek tersebut tidak akan berujung sia-sia.

Baca Juga: Google Gelontorkan Dana Fantastis Ke Gojek, Rp16 Triliun!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengatakan pihaknya melakukan penanaman modal senilai USD$150 juta atau yang setara dengan Rp2 triliun untuk perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar Indonesia itu. “Ini investai terbesar kami di dalam bidang digitalisasi sebesar 150 juta dolar AS,” ungkap Prijono, dikutip dari laman republika.com (12/2/2018).

Tentu saja, suntikan dana yang dilakukan oleh Astra menambah panjang berbagai perusahaan raksasa yang menjaminkan sahamnya di Gojek. “Kenapa Astra mau kolaborasi dengan Gojek, ini ada historinya. Melihat kegigihan tinggi untuk memajukan Gojek dan paling penting akan mengubah dunia,” tambahnya dikutip dari sumber lain.

Meski sudah blak-blakan dengan nilai yang disalurkan untuk Gojek, namun Prijono masih enggan berkomentar mengenai berapa presentase saham yang ia tanamnkan. Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa dana segar tersebut bersumber dari internal cash PT Astra Internasional.

Mantan Sales Engineering Manager di Daimler-Benz Indonesia ini juga menilai, bahwasanya investasi yang Astra tanamkan di Gojek dipercaya mampu mempercepat perkembangan digitalisasi juga di tubuh Astra International itu sendiri.

Sebagai salah satu strategi bisnis yang ditempuh, Prijono percaya bahwa investasi tersebut sangat menarik untuk dilakukan, walaupun hasilnya tidak dapat dinikmati secara instan. “Gojek baru tujuh tahun. Tidak ada juga investasi sekejap. Yang penting kami percaya ini menjadi investasi jangka panjang dan memberi nilai tambah bagi kedua belah pihak,” tutur Prijono.

Baca Juga: Soal Keputusan MA, Menhub Perjuangkan Nasib Taksi Online dalam 3 Bulan

Di sisi lain, CEO dan founder Gojek, Nadiem Makarim mengatakan bahwa kucuran dana segar yang baru saja pihaknya terima dari Astra Internasional Tbk. ini merupakan salah satu investasi terbesar yang pernah diterima. “Ada beberapa fakta menarik investasi ini, pertama ini menjadi investasi terbesar sepanjang sejarah. Ini merupakan hal yang membanggakan pemain besar berpartisipasi dalam ekosistem digital di Indonesia,” jelas Nadiem, dikutip dari laman cnnindonesia.com (12/2/2018).

Sementara itu, sempat beredar kabar soal pihak Grup Djarum yang turut menanamkan saham di Gojek beberapa waktu yang lalu. Namun pemberitaan itu tidaklah benar adanya. Chief Marketing Officer GDP Venture, Danny Oei Wirianto menuturkan rumor yang beredar itu merupakan kesalahpahaman. “Belum deal. Kami masih ngobrol, masih ketemuan doang, belum tahu pastinya,” tukas Danny, dikutip dari sumber terpisah.