Penumpang MRT Filipina ‘Kehujanan’ di Dalam Gerbong! Lho, Kok Bisa?

Sumber: philstar.com

Jika kehujanan di ruang terbuka nampaknya sudah sangat biasa ya, namun apa jadinya Anda kehujanan di dalam kereta? Nah, gimana ceritanya? Ternyata pernyataan di atas baru-baru ini terjadi di Filipina, dimana penumpang prioritas layanan Metro Rail Transit Line 3 (MRT-3) terpaksa haurs menggunakan payung di dalam rangkaian kereta tersebut lantaran masalah pada bagian pendingin ruangan.

Baca Juga: Jeepney, Angkot Khas Filipina Dengan Sejuta Ornamen Pelengkapnya

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman philstar.com (9/8/2018), kejadian ini terjadi di khusus wanita, anak-anak, orang tua, dan penyandang disabilitas. Kala itu, kereta tengah berada di antara stasiun MRT Boni di Mandaluyong dan Taft Avenue di Pasay. “Kendati kesal, namun beberapa diantara kami masih sempat mengolok-olok insiden konyol tersebut,” ujar salah satu penumpang di dalam rangkaian itu.

Berita ini dengan cepat tersebar setelah salah seorang penumpang bernama Giselle Visitacion Tolosa yang kebetulan berada di dalam rangkaian tersebut mengabadikannya dalam bentuk video dan diunggah ke laman Facebook. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut sudah ditonton lebih dari 654.000 kali dan dibagikan lebih dari 10.000 kali.

Sampai-sampai, salah satu pengguna Facebook bernama Edgar Calbin Go mengatakan, “Inilah alasan kami lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dan bermacet-macet ria ketimbang harus bepergian menggunakan layanan MRT,”

Atas kejadian yang terjadi pada Selasa (7/8/2018) ini, Department of Transportation (DOTr) pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kebocoran pada sistem pendingin udara kami,” tutur Goddes Libiran, Communications Director di DOTr.

Goddes beranggapan, kebocoran tersebut disebabkan oleh kondisi pendingin udara yang sudah termakan usia. “Terakhir, sistem pendingin udara di MRT diganti pada tahun 2008 silam, sebagai bagian dari perbaikan umum,” ujarnya dalam sebuah penyataan resmi.

Baca Juga: Tak Angkut Penumpang, 500 Pengemudi Grab di Filipina Diganjar Sanksi

Guna mencegah hal seperti ini terulang kembali, rangkaian yang disinyalir mengalami masalah pada bagian sistem pendingin udaranya ini lalu dibawa ke Depo MRT di Quezon City untuk diperbaiki. “42 dari 78 sistem pendingin udara yang dipesan oleh DOTr akan tiba pada bulan ini dengan nilai 116,5 juta Peso (Rp31,7 miliar).” tutupnya.