Pembangunan Fisik Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta Rampung di Maret 2017

foto: merdeka.com

Menuju konsep Airport City, PT angkasa Pura II (AP II) sekalu pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terus melakukan modernisasi di berbagai sektor, selain rencanan pengoperasian Skytrain pada bulan Juni mendatang, kini pihak AP II juga menyebut bahwa pembangunan stasiun kereta di Bandara Soetta bakal tuntas pada akhir Maret 2017.

Dikutip dari siaran pers angkasapura2.co.id (6/3/2017), per awal Februari, progres proyek stasiun kereta bandara dengan investasi sekitar Rp 160 miliar sudah mencapai 85 persen atau sesuai jadwal sejak awal pembangunan dimulai pada Juni 2015. Stasiun kereta tersebut didesain untuk terkoneksi dengan stasiun Skytrain, sehingga bagi penumpang pesawat atau pengunjung yang tiba di bandara dengan kereta dapat langsung memilih Skytrain sebagai moda transportasi untuk menuju Terminal 1, 2, atau 3.

Kapasitas stasiun kereta bandara dapat menampung hingga 3.500 penumpang, terdiri dari kapasitas peron sebanyak 2.000 penumpang dan kapasitas daya tampung di bangunan sebanyak 1.500 penumpang. Sejumlah fasilitas yang tersedia di stasiun kereta bandara antara lain ticketing counter, public hall, tapping gate in, waiting lounge, commercial area, toilet, musholla, station headroom, konektivitas ke integrated building serta stasiun Skytrain, dan sebagainya.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, “Stasiun kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan selesai pada Maret 2017 atau bersamaan dengan selesainya pembangunan stasiun Skytrain. Operasional kereta ini cukup penting guna mendukung konektivitas transportasi dari Jakarta menuju bandara atau sebaliknya untuk juga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.”

Dengan keberadaan kereta bandara, maka mobilitas penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Stasiun Manggarai di Jakarta ke Bandara Soetta atau sebaliknya akan lebih mudah, nyaman, dan cepat dengan kereta bandara karena waktu tempuh hanya sekitar 45 menit. Sebagai operator kereta bandara adalah PT Railink yang merupakan anak usaha dari PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia.

Meski bulan Maret mendatang proses pengerjaan fisik di stasiun rampung, namun kereta bandara baru akan mulai beroperasi pada Juli 2017 dengan enam kereta berkapasitas 272 penumpang atau dalam 1 hari dapat melayani sebanyak 35.000 penumpang. Total trek dari kereta bandara ini sejauh 36,3 km.