Metro Malaga, Pembangunan Jalur MRT yang Tak Kunjung Usai

Sumber: Wikipedia

Banyaknya negara yang mulai menggunakan Metro atau Mass Rapid Transit (MRT) sebagai salah satu moda transportasinya, membuat salah satu kota besar di Tanah Matador tergugah untuk menghadirkan kendaraan yang digalang-galang sebagai salah satu angkutan penumpang masa depan. Malaga Metro merupakan light rapid network yang memiliki 2 jalur yang menghubungkan kota Malaga dengan daerah-daerah lain di sekitarnya.

Pembangunan Metro Malaga sebenarnya sudah direncanakan pada tahun 1990-an, namun pada kenyataannya, pembangunan tersebut mengalami berbagai macam kendala hingga pada 30 Juli 2014, Metro Malaga secara resmi membuka pelayanannya. Kereta bawah tanah ini dioperasikan langsung oleh Metro de Malaga, sebuah konsesi yang dibentuk oleh FCC-Globalvía, Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah Andalusia, Sando, Cajamar, Constructora Vera, Cointer dan Comsa Emte.

Sebenarnya, jumlah jalur yang akan dibuka oleh pihak Metro ada enam, namun hingga saat ini empat sisa jalur yang belum terealisasi tersebut masih dalam proses pembangunan. Dari dua jalur yang sudah ada, total panjang dari kedua jalur tersebut hanyalah 11,4 km, sebuah jarak yang terbilang cukup pendek dibandingkan dengan jalur-jalur Metro di Negara lain. Jalur 1 menghubungkan El Perchel dengan Andalusia Tech, jarak dari kedua lokasi ini sekitar 6,7 km dan melintasi 11 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 595 meter.

Sedangkan jalur 2 menghubungkan  El Perchel dengan Palacio de los Deportes. Jarak kedua lokasi ini lebih pendek dari jalur 1, yaitu sekitar 4,6 km dan melintasi 7 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 608 meter. Layaknya sistem Metro di Negara lain, Metro Malaga pun menghubungkan lokasi-lokasi penting di kota ini, seperti University of Malaga, Jose Maria Martin Carpena Arena, dan lain-lain.

Untuk masalah penggunaan jalur, Metro Malaga tidak melulu menggunakan jalur bawah tanah, terbukti dengan penggunaan rel bawah tanah sepanjang 4,5 km dan sisanya menggunakan jalur yang terletak di permukaan. Sedangkan untuk jalur 2, jarak 4,6 km tersebut seluruhnya ditempuh dari dalam tanah.

Sekitar 17,1 juta penumpang menggunakan jasa Metro Malaga dalam periode satu tahun, dan rencananya, setelah adanya penambahan jalur-jalur yang belum terealisasi, maka diperkirakan akan ada 20 juta penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga.

Kereta yang digunakan untuk menunjang pengoperasian dari Metro Malaga adalah trem 14 CAF Urbos 3, dimana dapat mengangkut hingga 221 orang dalam sekali perjalanan. Kereta yang juga digunakan oleh Zaragoza Tram Network ini dapat melaju hingga kecepatan di atas 70km/jam. Dengan dilengkapi dengan sistem triple breaking, membuat kereta ini semakin aman untuk digunakan. Sistem triple breaking yang terpasang di kereta ini meliputi electric brake pada mesin, rem poros roda mekanik dan elektromagnetik yang terpasang di rel.

Demi menunjang kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga, pihak penyedia jasa lalu menyediakan berbagai peralatan penunjang keamanan, seperti kamera pengawas, papan informasi untuk penumpang, dan mesin penjual tiket otomatis yang terletak di setiap stasiun. Selain itu, Metro Malaga juga memiliki 56 bangku di setiap gerbongnya dan memungkinkan 170 penumpang berdiri di dalamnya. Ini merupakan bentuk antisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi pada rush-hour.