Mesin Meledak di Ketinggian 11.000 Meter, Southwest Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia

Mesin pesawat Southwest yang meledak (Sputnik International)

Salah satu mesin pesawat Southwest yang berangkat dari Bandara LaGuardia menuju Texas tiba-tiba meledak di ketinggian 38 ribu kaki (11.500 meter) sekitar pukul 11.20 waktu setempat dan menewaskan satu orang penumpang. Insiden ini membuat seluruh penumpang ketakutan dan pesawat tersebut mau tak mau harus mendarat darurat di Philadelphia.

Baca juga: Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Piper PA32

KabarPenumpang.com melansir dari laman nypost.com (17/4/2018), bahwa penumpang yang panik kemudian mengirimkan pesan kepada orang-orang terkasih mereka saat bersiap untuk hal terburuk. Padahal pesawat Boeing 737-700 tersebut yang beroperasi sejak tahun 2000 baru saja menjalani pemeriksaan pada Minggu (15/4/2018).

“Saya tidak tahu ada masalah dengan pesawat itu, masalah apa pun dengan mesin yang terlibat. Mesin, General Electric CFM 56-7, adalah mesin yang sangat andal,” kata Chief executive maskapai penerbangan, Gary Kelly.

Penumpang Southwest mengenakan masker saat salah satu mesin pesawat meledak (New York Post)

Seorang penumpang Matt Tranchin mengatakan, pesawat langsung jatuh dan masker oksigen langsung turun ke atas penumpang. Tak hanya itu, abu juga mengepung sekitaran para penumpang.

“Penumpang yang duduk tepat di sebelah jendela yang meledak dalam kondisi kritis berlumuran darah,” ujar Matt.

Dia mengatakan, seorang penumpang wanita setengah badannya tersedot keluar jendela dan untungnya ada seorang penumpang lain yang langsung menangkapnya dan membawa kembali ke dalam kabin. “Saya menghabiskan 15 menit berikutnya dengan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga saya,” ujar Tranchin.

Timothy Bourman, seorang pendeta yang terbang bersama istrinya mengatakan, tiba-tiba mereka merasakan seperti jatuh dari ketinggian 100 kaki. Dia menambahkan, banyak orang mulai panik dan berteriak.

“Kami agak tidak terkendali untuk sementara waktu. Sepertinya pilot kesulitan mengendalikan pesawat. Sejujurnya saya pikir kita hanya akan jatuh,” ujar Bourman.

Namun, untungnya penerbangan 1380 tersebut bisa mendarat di Philadelphia dengan selamat meski ada satu orang yang meninggal dengan tujuh orang dirawat karena luka. Pesawat yang mengangkut 143 penumpang dengan lima orang awak kabin tersebut di piloti oleh Tammie Jo Shults seorang perempuan yang juga pilot Angkatan Udara Amerika Serikat.

Banyak penumpang yang memposting akan keberanian pilot tersebut di akun media sosial mereka, baik itu Facebook maupun Instagram.

Baca juga: Muncul Asap di Kabin, 129 Penumpang Globus Airlines Turun Lewat Slide Darurat

“Terimakasih yang sebesar-besarnya Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Southwest Crew dan Pilot Tammie Jo Shults atas pengetahuan dan keberanian mereka dalam situasi seperti ini. Tuhan memberkati mereka masing-masing,” kata penumpang Diana McBride Self di aku Facebooknya.

“Pilotnya, Tammy Jo sangat luar biasa! Dia mendaratkan kami dengan selamat di Philly,” tulis pengguna Instagram, Amanda Bourman.