Mengintip Porsi dan Menu Sarapan di KM Dobonsolo

“Porsi nasinya banyak…,” demikian yang diutarakan Marco Ferrarese, seorang penulis wisata kenamaan asal Malaysia yang mengisahkan perjalanannya berlayar dari Makassar, Sulawesi Selatan menuju Sorong, Papua Barat dengan menumpangi kapal KM Dobonsolo milik PT Pelni.

Baca juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya

Dalam tulisannya yang berjudul “Four Days, Three Night, 932 Miles and A Lot of Rice,” di roadsandkingdoms.com, Ferrarese dalam pelayaran empat hari tiga malam dengan menumpuh jarak 1.500 km menuju Raja Ampat, punya kesan tersendiri pada komposisi makanan pada saat sarapan, terlebih Ia berada di kelas ekonomi (wisata).

Ferrarese menyebutkan, dalam tiket seharga Rp503.000, para penumpang kelas ekonomi mendapat tiga kali sehari makanan yang diberikan dalam kotak plastik yang sama. Komposisi makan terdiri dari nasi putih, sejumput sayuran berkuah, sepotong tempe, kepala ikan, sepotong biskuit crackers, dan segelas air mineral.

Marco Ferrarese

Yang paling berkesan adalah jumlah takaran nasi yang cukup banyak. Untuk makanan pun, penumpang kapal harus menunjukkan tiket mereka dan petugas akan memeriksa dan mencoretnya serta mengembalikan lagi tiket tersebut dengan kotak makanan.

Jadwal makan pagi jam 6 pagi, makan siang jam 11, makan malam jam 5 sore. Dahulu, berlayar dengan kapal Pelni antre makan menggunakan piring kaleng ceper persegi panjang macam di penjara. Namun sekarang sudah menggunakan kemasan plastik semacam katering. Umumnya makanan yang diberikan terdiri dari menu ikan goreng, ikan kuah kuning dengan sayur kol atau bihun. Saat sarapan pagi, penumpang mendapatkan susu dan makan malam mendapat jus dalam botol.

Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Di kelas ekonomi, penumpang tidur beramai-ramai dengan satu orang satu kasur dalam satu dek. Di bagian atas kasur ada tempat untuk menyimpan barang dan dua colokan untuk mengisi baterai alat elektronik.