Mengenal Chip Memori di Dalam Tiket Elektronik

Teknologi dunia semakin hari semakin berkembang, tak ayal dengan tiket yang digunakan pada transportasi massal pun berubah dari kertas menjadi elektronik. Beberapa moda transportasi yang menggunakan tiket elektronik seperti kereta listrik, kereta api jarak jauh, TransJakarta, pesawat hingga kapal ferry. Sebagian besar tiket elektronik ini hanya berisi nominal uang untuk tarif yang akan dikenakan pada setiap perjalanan saat menggunakan transportasi massal.

Seperti tiket elektronik milik KRL dan TransJakarta, hanya bentuk seperti kartu ATM biasa dan isinya berupa nominal sejumlah uang yang akan digunakan. Sedangkan tiket elektronik di pesawat pastinya berbeda dengan yang lainnya. Tiket elektronik pesawat berisikan data penumpang, nama maskapai, nomor pesawat, waktu keberangkatan dan tiba pesawat, serta kode booking serta barcode yang bisa di scan saat berada di bandara. Sama halnya dengan pesawat, kereta api yang juga mengeluarkan tiket elektronik yang berisi hampir sama.
IMG-20170406-WA0020Saat ini PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan Merak dan Bakauheni juga mengeluarkan versi baru dari tiket elektronik. Dulu, tiket yang digunakan sama dengan milik KRL ataupun TransJakarta yang berisi nominal sejumlah uang untuk tarif saja. Untuk tiket baru, ASDP menambahkan sebuah chip berlisensi pada kartunya yang tidak terlihat karena sudah di tanam dalam kartu tersebut.

Dari pantauan KabarPenumpang.com, chip tersebut berguna untuk menyimpan data penumpang seperti nama, usia, jenis kelamin, alamat dan data pribadi lainnya. Sedangkan untuk kendaraan baik untuk penumpang maupun kendaraan barang chip yang ada di kartu tersebut berguna untuk menyimpan foto kendaraan, kartu pengenal seperti KTP ataupun SIM. Kartu ini juga digunakan untuk menyipan manifestasi yakni tarif sekali jalan untuk penumpang atau kendaraan.

Tak hanya berguna untuk menyimpan data, chip pada kartu ini juga tidak akan membuat kartu ganda sehingga tidak akan ada lagi kecurangan yang akan dilakukan oleh para oknum. Nantinya, setiap kembali ke loket pembelian kartu seakan-akan seperti baru lagi. Padahal bila di ricek di kantor, Anda bisa melihat sudah berapa banyak kartu tersebut digunakan oleh penumpang. Sebab sebenarnya data tersebut tidak hilang melainkan tersimpan di data base chip tersebut.

Diketahui, chip dalam kartu ini mampu menyimpan data baik penumpang atau kendaraan kurang lebih 300 dan akan kembali menghilangkan data pertama bila sudah full 300 data. Sehingga secara otomatis data pertama akan hilang bila kartu sudah berisi 301 data, dan akan berlanjut seperti itu setiap lebih dari batas maksimal data yang tersimpan dalam chip kartu tersebut.