Mengenal Arti Kode “PK” di Badan Pesawat Penumpang

Bagi Anda yang terbang dengan maskapai Garuda Indonesia, pasti tahu bahwa kode GA-123 adalah kode nomer penerbangan (flight number). Sementara bagi yang terbang dengan maskapai low cost carrier (LCC) Citilink, nomer penerbangan ditandai dengan kode QG815. Bila merujuk ke luar negeri, Singapore Airlines menggunakan kode nomer penerbangan SQ911. Kode nomer penerbangan sifatnya bisa berganti-ganti sesuai rute yang dijalani oleh pesawat, namun ada kode yang melekat pada pesawat dan sifatnya pemanen sepanjang pesawat tak berganti kepemilikan, yang dimaksud adalah aircraft registrastion atau identification mark (tanda pengenal pesawat).

Bila flight number berbeda-beda label dan singkatan antar maskapai, maka tanda pengenal pesawat untuk setiap negara dipastikan sama. Seperti maskapai di Indonesia diharuskan menggunakan kode “PK-xxx,”sementara maskapai asal Singapura semuanya ditetapkan menggunakan tanda pengenal “9V-xxx.” Merujuk ke sejarahnya, setiap negara yang tergabung dalam International Civil Aviation Organitation (ICAO) yang berkedudukan di Montreal, Kanada, harus menyerahkan identitas kebangsaannya berupa satu atau dua huruf, atau nomor dan huruf. Nantinya tanda itu akan diletakkan di kedua sisi badan pesawat dan bagian bawah pesawat sebagai tanda identitas dari pesawat. Dan Tanda Pengenal yang dipilih untuk digunakan pada pesawat Indonesia adalah PK.

Tanda pengenal tersebut terdiri dari tanda kebangsaan (Nationality Mark) – PK dan tanda pendaftaran (Registration Mark) – ABC. Penulisan dan penempatan nationality dan registration mark ini harus seijin Dirjen Pehubungan Udara dan tidak boleh diubah tanpa ijin, dan harus mengikuti kriteria berikut:

1. Ditulis dengan huruf Roman capital, tidak ada hiasan (ornament) atau apapun yang dapat mempengaruhi pembacaan.
2. Diberi warna yang kontras dan jelas dengan warna dasar pesawat.
3. Dapat dan mudah terlihat.
4. Dituliskan pada pesawat dengan cat tahan panas, atau dibubuhkan pada benda yang ditempelkan (removable material) bila:
– Merupakan tanda kebangsaan dan pendaftaran sementara.
– Pesawat akan dikirim ke luar negeri yang mana akan diganti.
– Untuk keperluan khusus.

Tanda pengenal pesawat Indonesia biasanya terdiri dari 6 karakter, yaitu PK-ABC. Dimana ABC bisa berganti kode sesuai pesawat dan operator maskapai penerbangan yang bersangkutan. Contoh pada pesawat Garuda Indonesia di atas terdapat tulisan PK-GSI di dalam lingkaran berwarna merah.

No-reg-Pesawat-garuda

Banyak yang menduga kepanjangan dari singkatan PK tersebut adalah “Pesawat Komersial”. Namun hal ini tidaklah benar karena pesawat militer Indonesia pun memakai tanda pengenal yang sama dengan yang dipakai oleh pesawat komersial. Selain itu, banyak pula yang mengira PK merupakan singkatan dari “Perdana Kusuma”. Banyak yang beralasan karena dahulu bandara Halim Perdana Kusuma menjadi pusat lalu lintas udara Nasional sebelum bandara Soekarno Hatta di Cengkareng dibangun. Namun ternyata hal ini juga tidak benar.

Dan ternyata sungguh mengejutkan, PK merupakan singkatan dari “Pay Kolonie”, yang merupakan kata dari Bahasa Belanda yang dalam Bahasa Indonesia kira-kira berarti “Penerbangan Negeri Jajahan”. Kode ini sudah dipakai sejak zaman penjajahan Belanda, kode sebelum Indonesia merdeka dan tetap dipakai hingga sekarang.