Siapa yang menyangka akan lahir di dalam sebuah penerbangan? Hal ini sebenarnya bisa saja terjadi, namun terkadang setelah lahir, banyak muncul pertanyaan sang bayi lahir dimana dan menjadi warganegara mana.
Dilansir KabarPenumpang.com dari edition.cnn.com (17/6/2017), seorang perempuan bernama Shona Owen lahir tahun 1990 dalam perjalanan dari Ghana menuju London di ketinggian 36.000 kaki (sekitar 10.000 meter). Ibunya yakni Debbie Owen saat itu diketahui memang sedang hamil dan akan kembali bekerja ke London dengan sang anak Claire berusia empat tahun dengan British Airways.
Baca juga: “Jual Tiket Berdiri” di Pesawat, Awak Maskapai Pakistan Diperkerakan
Saat itu, Debbie mulai merasakan dirinya akan melahirkan, kemudian awak kabin memindahkannya ke kelas satu dan mengosongkan untuk Debbie melahirkan dibantu oleh petugas media. Beruntungnya saat itu ada seorang dokter Belanda Wym Bakker yang membantunya melahirkan. Debbie berusaha untuk melahirkan setelah sampai di Gatwick, London ketimbang pesawat harus berhenti di Afrika karena dirinya melahirkan.

Hal ini diceritakan Shona Kirsty Yves (SKY) yang menjadi penumpang tambahan saat dirinya lahir tahun 1990. “Saya selalu diberitahu bahwa saya dilahirkan untuk bepergian, dan saat ini saya bekerja di industri perjalanan,” ujar Shona yang saat ini menjadi eksekutif pemasaran online sebuah opeerator tur mewah.
Hal kelahirannya pun digunakan Shona untuk membuat disertasinya di London’s Goldsmiths Univesity. Dirinya membuat disertasi tentang kelahirannya karena ditanyai tentang seberapa langka dan berapa banyak bayi yang lahir di pesawat.
Baca juga: Tak Salah, Pasangan Ini Diusir dan Tidak Mendapat Kompensasi dari Maskapai
“Sangat menarik membaca semua cerita ini dan berbicara dengan orang lain yang lahir di pesawat terbang. Ibuku telah bertemu dengan seorang wanita lain yang melahirkan di pesawat terbang, saya telah berbicara dengan pilot dan ini semacam menciptakan komunitas kita,” lanjut Shona.
Dalam hal ini, selain Shona, Jonathan anak dari Debs Lowther lahir empat bulan di pesawat yang sama dengan Shona hanya saja saat itu penerbangan dari Malawi menuju Inggris. Sayangnya dengan kejadian melahirkan di pesawat, maskapai tidak menyimpan catatan kelahiran-kelahiran tersebut sehingga sulit didapat cerita yang lebih lengkap.

Sebenarnya, dalam sebuah penerbangan, seorang ibu hamil dengan kondisi mengandung pada trisemester ketiga atau memasuki bulan kelahirannya dari 28 minggu harus membawa surat keterangan yang ditandatangai seorang dokter atau bidan. Bulan Mei 2015 lalu, Guan yang terbang dengan Wes Branch terbang dari Calgary menuju Tokyo dan melahirkan saat berada di atas Samudera Pasifik. Ini adalah hal yang mengejutkan karena saat berangkat dirinya dalam kondisi tidak hamil setelah melakukan pengecekan ke dokter.
Baca juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret
Dalam permasalahan lahir dalam penerbangan, menjadi tanda tanya untuk kewarganegaraan, namun hal ini diatur dalam Undang-Undang Kewarganegaraan yang berbeda-beda tergantung negaranya. Seperti di Inggris, tidak semua yang lahir di Inggris langsung mendapat kewarganegaraan.
Sedangkan di Amerika Seirkat, seorang anak yang lahir di perairan atau wilayah udaranya, adalah warga negara AS sesuai prinsip jus soli (hak tanah) dan menjadi hak siapapun yang lahir di wilayah negara bagian. Tak hanya kewargenagaraan, tersebar pula mitos yang mengatakan seorang anak yang lahir dalam pesawat akan mendapat penerbangan gratis seumur hidup.
Ternyata memang ada beberapa maskapai memberikan penerbangan gratis dari bayi hingga umur 21 tahun yakni Virgin Airlines. Sedangkan Thai Airways, Asia Paific Airlines, AirAsia dan Polar Airlines memberikan penerbangan gratis untuk anak yang lahir di pesawat.
Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat
Shona, hingga kini telah merasakan dua penerbangan kelas satu gratis ke Australia saat ulang tahunnya ke 18 sekaligus mengunjungi neneknya. Kemudian, Shona menjadi kampanye iklan untuk maskapai ini.
“Pasti menyenangkan, tapi dari perspektif maskapai penerbangan, ini sedikit berbahaya untuk melahirkan di pesawat dan ini bukan perayaan indah ini. Tapi jika maskapai penerbangan mulai merasa murah hati, dia bersikeras bahwa ibu-ibu itu yang seharusnya diuntungkan, bukan bayi-bayi itu. Ibu saya adalah orang yang mengalami semua itu, jadi mungkin dia yang harus mendapatkan penerbangan gratis bukan saya,” jelas Shona.