Marak Kecelakaan di Peron, Otoritas Kereta di Inggris Himbau Warganya Tak Terlalu Mabuk

Cuplikan video penumpang mabuk yang jatuh di rel dari peron (Metro.co.uk)

Peron kereta konvensional (tanpa screen doors) umumnya sudah diberi marka pengaman. Di Indonesia sendiri garis batas kuning menjadi penanda penumpang untuk berdiri. Biasanya, jika melewati garis penumpang, petugas akan meniup pluitnya agar penumpang mundur ke area batas aman.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

KabarPenumpang.com merangkum dari laman metro.co.uk (14/12/2017), banyak kecelakaan di jalur kereta Inggris lantaran warganya terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan mereka mabuk berat. Tahun 2016 lalu perkeretaapian Inggris mencatat antara 24 November 2016 sampai 2 Januari 2017, sekitar satu dari enam orang yang terkait 7.419 insiden akibat minuman alkohol berujung pada kecelakaan serius.

Kejadian ini biasanya banyak terjadi saat mendekati perayaan Natal ataupun Tahun Baru. Adanya banyak insiden membuat pejabat perkeretaapin Inggris menunjukkan beberapa cupikan video penumpang mabuk.

Dalam video diperlihatkan, ada calon penumpang di peron yang tidak sadar berjalan miring hingga meloncat dari peron dan terjatuh, kemudian di tolong oleh penumpang lain yang melihatnya. Tak hanya itu, dalam cuplikan video tersebut ada penumpang yang terjatuh dan nyaris tertabrak kereta dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untungnya penumpang tersebut berhasil memanjat peron.

Selain itu seorang penumpang pria sangat mabuk dengan berjalan hingga dipinggir peron dan terjatuh ke rel. Penumpang lain yang melihat kemudian memanggil petugas dan langsung menolong penumpang tersebut serta membawanya dengan tandu.

Cuplikan video ini cukup mengejutkan dan membuat penumpang yang ada di sekitarnya panik. Allan Spence, Kepala keamanan umum dan penumpang di Network Rail mengatakan, bahwa peron bisa menjadi tempat yang berbahaya. Terhitung 21 orang terbunuh dan 91 lainnya luka parah dalam insiden yang terkait dengan minuman beralkohol di tepi peron selama dekade terakhir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat mereka bersenang-senang selama musim perayaan Natal dan akhir tahun,” ujar Spence. Dia mengatakan, Anda harus bisa mengontrol diri jangan sampai minuman beralkohol justru membuat Anda dan rekan tak sampai ke tujuan. “Kecelakaan yang melibatkan penumpang yang mabuk telah terbukti melonjak selama periode liburan, modusnya penumpang mabuk menyalahgunakan fasilitas yang ada di stasiun, sehingga menyebabkan mereka tergelincir di peron, tangga dan eskalator,” jelas Spence.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Hari Jumat, adalah dimana pub, bar dan klub diisi para pekerja sebelum Natal. Jumat sebelum Natal kali ini jatuh pada tanggal 22 dan tanggal 15 Desember kemarin menjadi malam populer bagi penyuka pesta. Ini membuat para pejabat kota mendesak masyarakat berhati-hati sebelum bepergian.