Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II

Presiden Korea Selatan (Okezone News)

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in baru saja mengunjungi Indonesia, dalam kunjungannya Moon bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pada kunjunganya kali ini, Moon menyatakan bahwa Korsel berencana akan meningkatkan kerjasama dengan Asia Tenggara.

Baca juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017

KabarPenumpang.com melansir dari laman Reuters (9/11/2017), bahwa langkah ini diambil karena mengingat perekonomian Asia Utara kini lebih mengandalkan hubungan tradisional dengan mitra dagang dari Cina dan Amerika Serikat. Dalam hal ini, Moon ingin menjadikan Indonesia dengan perkeonomian terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu kebijakan yang diusung Moon adalah menargetkan hubungan yang lebih erat antara Korsel dengan negara Asia Tenggara. Salah satu kebijakannya yakni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Korsel dengan Indonesia untuk mengembangkan sistem transit kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Mou tersebut sudah ditandatangani dan kesepakatan bukan hanya LRT melainkan transportasi lain dan terkait perumahan. Diketahui, kerjasama ini untuk proyek di Jakarta, Korsel akan mengeluarkan dana hingga US$1,9 miliar.

Diketahui, untuk LRT Jakarta fase II koridor Velodrome Rawamangun – Dukuh Atas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono menyebutkan, perusahaan asal Korsel Korea Rail Network Authority (KRNA) akan berinvestasi pada proyek ini dan berencana megucurkan dana sebesar US$500 juta. Manajemen PT Jakarta Properterindo (Jakpro) dalam keterangan resminya berharap, investasi perusahaan Korsel tersebut dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebab KRNA juga melakukan penandatangan MoU selain Presiden Moon sejak 2016 lalu dengan Jakpro. Nota kesepahaman kedua perusahaan ini rencananya untuk membantu feasibility study untuk menyempurnakan trase seluruh koridor LRT di DKI Jakarta.

Tak hanya itu, perusahaan Korsel lainnya juga melakukan MoU untuk membangun saluran air bersih dan perumahan. “Tapi kalau air ini baru feasibility study, Januari 2018 mulai proses konstruksi,” ujar Basuki.

Baca juga: Menteri Luhut Belum Mau Ungkap Identitas Investor Untuk Proyek LRT Jakarta

Investasi pada sektor perumahan ditandatangani investor Korsel dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Sayang, Basuki tak menyebut detil lokasi dan jumlah pembangunan rumah yang direncanakan.