KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang

Sebagai satu-satunya moda yang dapat menyeberangkan penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, keberadaan kapal-kapal ferry yang mengarungi luasnya Selat Sunda ini menarik untuk dibahas. Berada di bawah pengelolaan PT ASDP Indonesia Ferry, puluhan hingga ratusan ferry setiap harinya melakukan pelayaran dari pulau Jawa menuju pulau Sumatera, pun sebaliknya.

Baca Juga: Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni

Nah, dari sekian banyak ferry yang beroperasi di sini, ada satu armada yang mencuri perhatian banyak orang. Ya, Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Athaya yang merupakan salah satu armada kepemilikan PT Perusahaan Angkutan Ferry (Jemla Ferry). Berdasarkan pada pantauan langsung KabarPenumpang.com di Pelabuhan Merak (21/4/2018), sekilas, KMP Athaya ini bisa dibilang hampir tidak ada bedanya dengan ferry lain dari bagian luar.

Eskalator KMP Athaya. Sumber: istimewa

Namun persepsi tersebut langsung terbantahkan ketika Anda masuk ke bagian dalamnya. Sebuah eskalator tunggal akan menyambut dan mengantar Anda menuju dek penumpang yang berada tepat di atas dek kendaraan. Begitu masuk ke dek penumpang, gambaran pertama yang langsung terlintas di benak Anda adalah mewah.

Ya, bagaimana tidak, bagian dek penumpang di desain sedemikian rupa sehingga menyerupai hotel berbintang, lengkap dengan cafetaria, tangga melingkar khas hotel mewah, pendingin ruangan, dan beberapa buah TV yang memutar tayangan dari saluran televisi swasta. Layaknya KMP lain, dek penumpang dari kapal yang memiliki berat mati 3.096 ton ini terbagi menjadi dua ‘kubu’, yaitu lesehan dan tempat duduk.

Karpet yang dilapisi dengan kertas plastik tebal siap menyambut para penumpang yang hendak rebahan sembari menyebrangi Selat Sunda. Dua buah televisi, puluhan bantal empuk, dan sejumlah pedagang yang menjajakan makanan instan dan kopi siap menemani perjalanan Anda di ‘cluster’ lesehan.

Sebelum digunakan oleh pihak Jemla Ferry, kapal yang dirakit pada tahun 1995 ini pernah digunakan sebelumnya oleh pihak Jepang dengan nama Venus. Diperkirakan, Jepang mulai menggunakan kapal ini sejak tahun 2012 silam hingga awal 2017. Praduga ini semakin kuat dengan adanya tirai khas Jepang pada bagian toilet pria dan wanita yang ada di altar utama dek penumpang, lengkap dengan tulisan Jepangnya.

Baca Juga: PT ASDP Naikkan Tarif Ferry Merak- Bakauheni Hingga 14 Persen

Bagi Anda yang penasaran dengan sensasi berlayar khas hotel bintang lima, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup Rp15.000 untuk orang dewasa dan Rp8.000 untuk anak-anak, maka Anda sudah bisa menikmati kemewahan yang ditawarkan oleh KMP Athaya.