Keluar dari Zona Nyaman, Apple Coba Peruntungan Rancang Bus Otonom

Sumber: theverge.com

Seperti keluar dari zona nyaman, salah satu raksasa teknologi multinasional asal Negeri Paman Sam, Apple diketahui kini tengah berusaha untuk menciptakan sebuah bus antar jemput otonom. Sebelumnya, Apple juga pernah mencoba untuk merangkai mobil otonom, namun entah kenapa perusahaan tersebut malah beralih untuk lebih fokus terhadap pengadaan bus antar jemput otonom. Nantinya, bus ini akan digunakan untuk “mengangkut” karyawan dari lingkungan kampus Apple yang sekarang menuju kampus yang baru.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (22/8/2017), dari segi moda, pembuatan bus antar jemput otonom bernama Palo Alto to Intinite Loop atau yang lebih dikenal dengan singkatan PAIL ini, dipercayakan kepada sebuah bengkel khusus van untuk merakitnya. Apple sendiri sudah mengantongi izin untuk melakukan uji coba terhadap moda otonom tersebut, dan beberapa mobil Lexus dengan menggunakan perangkat lunak yang mereka ciptakan khusus.

Bisa dibilang proyek PAIL ini sangat jauh dengan ambisi awal Project Titan (nama proyek mobil otonom Apple), dimana mobil tersebut akan menggunakan roda bulat untuk mengganti fungsi ban, sehingga mobil otonom tersebut bisa bergerak secara lateral. Seperti yang kita ketahui bersama, Google juga tengah berjibaku dengan pengadaan mobil otonom yang dilabeli Waymo. Belakangan diketahui, Waymo telah menjalankan serangkaian uji coba guna menyempurnakan moda futuristik tersebut.

Dalam hal pengadaan autonomous shuttle bus ini, bukan berarti Apple tidak menemukan perbedaan pendapat yang akhirnya bisa memperlambat perkembangan kendaraan pengangkut karyawan ini. Diketahui, terjadi beberapa perdebatan internal di pihak Apple yang merujuk pada pilihan penggunaan program untuk Car OS.

Baca Juga: “Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus Pintar

Kembali, salah satu hipotesa vokal pihak Apple dalam pengadaan autonomous shuttle bus ini adalah untuk menekan angka kecelakaan yang disebabkan oleh human error. Tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kesalahan pengemudi selama berkendara. Kejadian seperti mengantuk merupakan alasan yang paling sering dilontarkan pengemudi yang mengalami kecelakaan saat berkendara. Berada di bawah pengaruh minuman beralkohol juga kerap kali ditemukan pihak kepolisian yang menyelidiki sebuah kecelakaan lalu lintas.

Melihat hal seperti ini, tidak sedikit dari warga Indonesia yang mungkin bertanya-tanya bilamana kendaraan otonom akan beroperasi di sini? Masih banyak yang harus dibenahi oleh otoritas yang berwenang jika ingin menghadirkan mobil tanpa awak, seperti penyediaan jalur khusus yang tidak mungkin diinterupsi oleh kendaraan lain, hingga sistem komunikasi yang hendak digunakan untuk menghubungkan pusat kontrol dan kendaraan itu sendiri.