KA Porong, Mencoba Bertahan di Tengah ‘Kepungan’ Lumpur Lapindo

Jalur KRD Porong terendam banjir

Kereta Api Porong merupakan kereta komuter yang ada di Surabaya. Kereta ini sendiri sebenarnya bernama kereta Delta Ekspres yang juga sering disebut dengan komuter SUSI ataupun komuter Supor alias Surabaya-Porong.

Baca juga: KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa kereta komuter Porong sendiri melintasi stasiun-stasiun besar dan kecil dari Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Selter Ngagel, Wonokromo, Selter Margorejo, Selter Jemursari, Selter Kertomenaggal, Waru, Sawotratap, Gedangan, Pagerwojo, Sidoarjo, Tanggulangin hingga Porong dan sebaliknya. Setiap rute perjalanan Surabaya menuju Porong atau sebaliknya dilayani tiga set kereta perharinya.

Ternyata, KA Porong merupakan primadona bagi kaum pecinta komuter ataupun penumpang lain dari Sidoarjo dan sekitarnya. KA tersebut hadir pada 9 Februari 2004 lalu dan tarif tiketnya pun tak mahal hanya Rp5 ribu untuk sekali jalan kemanapun rutenya yang dialui KA Porong alias jauh dekat harga sama.

Untuk KA Porong sendiri pembelian tiket haruslah pada hari keberangkatan dan distasiun masing-masing. Tiket ini juga dijual di shelter bus seperti Ngagel di Margorejo. Meski menjadi primadona, KA ini sering mengalami masalah ketika musim hujan tiba.

Sebab perjalanan sudah pasti terganggu karena banjir yang melanda perlintasan kereta api. Biasanya perlintasan yang terkena banjir ini berada di dekat tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo di Jalan Raya Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hal ini membuat pemerintah berkoar untuk merelokasi jalur kereta tersebut.

Adapun permasalahan banjir ini, ternyata PT KAI tiap tahun jalur kereta api di dekat tanggul tersebut ditinggikan dan sudah sebanyak enam kali melakukan peninggian setiap musim hujan. Peninggian itu sendiri sudah mencapai 50 cm atau setengah meter.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Tahun 2017 lalu, banjir yang melanda jalur kereta Porong tertutup mencapai satu meter dan pihak KAI mau tak mau melakukan peninggian hingga dua meter. Karena banjir, selain peninggian, penumpang yang menggunakan KA Porong mau tak mau di evakuasi dan menggunakan bus yang disediakan KAI ataupun merefund tiket mereka dan pengembalian tersebut 100 persen tanpa potongan apapun.

Kejadian banjir yang menimpa jalur KA Porong ini sendiri membuat pemerintah mengatakan adalah kejadian luar biasa. Sehingga perlu dilakukan relokasi secepatnya meski dana yang dibutuhkan tidak sedikit.