Ini Dia Penampakan MRT Jakarta di Jepang

MRT Jakarta

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai di uji coba kelayakannya di Jepang pada 18 Desember 2017 mendatang. Uji coba ini dilakukan untuk mengetes kemampuan kereta baik performa maupun kelaikan kereta tersebut sebelum dihadirkan ke Indonesia untuk digunakan Jakarta tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Setelah Uji Coba di Jepang, Satu Set Kereta MRT Jakarta Akan Tiba Maret 2018

KabarPenumpang.com merangkum dari laman n-sharyo.co.jp, Nippon Sharyo dan Sumitomo Corporation bekerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk memasok 96 gerbong untuk 16 set kereta pada jalur bawah tanah pertama di Indonesia. Fase pertama yakni jalur utar-selatan dari sistem MRT ini memiliki kontrak bernilai 13 miliar yen.

Rangkaian gerbong yang disediakan ini akan mengadopsi Standard Urban Railway System for Asia (STRASYA), sebuah sistem perkeretaapian perkotaan yang dikembangkan oleh perusahaan kereta api Jepang yang bekerja sama dengan pemerintah Jepang untuk mempromosikan sistem transportasi Jepang ke negara-negara Asia. Ide dasar STRASYA adalah mencapai kereta api yang lebih aman dan hemat energi dengan memanfaatkan pengetahuan tentang bagaimana merancang dan membangun wahana yang dapat diandalkan dari jenis yang sudah digunakan di Jepang

Ruang masinis (MRT Jakarta)

Memperkenalkan teknologi ini dapat meningkatkan ketepatan waktu dan stabilitas operasi sekaligus menghilangkan kebutuhan akan perawatan yang sering. Proyek ini merupakan pertama kalinya dalam dua dekade bahwa kereta api buatan Jepang yang baru dibangun akan diperkenalkan ke dalam sistem perkeretaapian Indonesia, di mana kereta api Jepang yang digunakan masih memainkan peran penting.

Proyek ini juga dianggap sebagai proyek unggulan inisiatif Metropolitan Priority Area yang bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara Jepang dan Indonesia dan dengan demikian merupakan proyek yang sangat penting dan sangat jelas bagi kedua pemerintah. Nippon Sharyo dan Sumitomo Corporation memiliki track record dalam memasok kereta api secara global, seperti ke Amerika Serikat, Taiwan dan Filipina.

Di Indonesia, kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah bermitra dengan perusahaan milik negara untuk bersama-sama membangun dan mengoperasikan perusahaan teknik perkeretaapian, yang telah memberi kontribusi kepada masyarakat melalui alih teknologi dan pengembangan industri perkeretaapian Indonesia. MRT Jakarta berencana untuk memperluas jalur MRT-nya sekitar 8 kilometer ke arah utara dan untuk membangun jalur baru yang melintasi Jakarta di arah timur-barat.

Dengan rencana untuk membangun sistem perkeretaapian baru di kota-kota lain di Indonesia juga dalam pekerjaannya, Sumitomo Corporation berharap dapat memberikan kontribusi lebih lanjut sambil terus memperluas pangsa pasar kereta api negara tersebut. Indonesia mengatakn panjang dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI sejauh 16 km, tetapi dari garis besar proyek sepanjang 15,7 km atau hampir mendekati angka yang deibrikan oleh MRT Jakarta.

Baca juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Pengiriman pertama kereta-kereta ini sekitar 185 minggu dan satu set kereta akan dikirimkan ke Indonesia pada Maret 2018 dan akan selesai pengirimannya akhir tahun 2018 mendatang. Berikut ini penampakan MRT yang akan siap dibawa ke Jakarta.

Bagian dalam kereta MRT Jakarta (MRT Jakarta)