Hentikan Kebiasaan Tidur Saat Take-Off, Berbahaya!

Sumber: istimewa

Dapat dibayangkan bagaimana rasa kantuk menggelayuti mata ketika Anda dipaksa untuk melakukan penerbangan di pagi hari, padahal Anda baru saja beristirahat selama beberapa jam. Tentu ketika Anda diperbolehkan masuk ke dalam pesawat dan duduk di bangku yang sesuai, opsi yang anda lakukan adalah tidur. Memang, bagi sebagian orang tidur selama penerbangan merupakan salah satu opsi terbaik untuk menghabiskan waktu di udara, tapi tahukah Anda bahwa aktifitas tersebut berbahaya bagi kesehatan Anda?

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Pernyataan tersebut tercetus setelah sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa tidur di pesawat akan berdampak pada pendengaran Anda. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, tidur selama penerbangan menjadi bahaya karena ada perubahan ketinggian secara mendadak, sehingga telinga Anda dituntut untuk menyamakan tekanan udara yang ada di telinga Anda. Inilah alasan dibalik dengungan yang terjadi pada telinga Anda mana kala pesawat baru saja mengudara.

“Perubahan ketinggian secara drastis mempengaruhi tekanan udara di telinga. Hal ini menyebabkan vakum di tabung eustachius yang membuat telinga terasa tersumbat dan pendengaran agak sedikit terganggu,” tutur Angela Chalmers, seorang apoteker berkebangsaan Inggris. Jika Anda tertidur, Anda tidak dapat melakukan apapun untuk mengurangi atau menyamakan tekanan udara di dalam telinga.

Telinga Anda akan tetap ‘tersumbat’, dan berpotensi menghadapi masalah kesehatan lainnya, seperti pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, dan yang terburuk, mimisan hingga gangguan pendengaran. Tentu hal ini akan merusak semua rencana penerbangan Anda.

Baca Juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika pesawat baru saja mengudara agar terhindar dari gangguan pendengaran tersebut? Pertama adalah usahakan Anda tetap terjaga sampai pesawat berada di ketinggian yang stabil, ketika pesawat sudah berada di titik tersebut maka Anda yang sedang berjuang melawan rasa kantuknya diperbolehkan untuk beristirahat sejenak selama penerbangan.

Kedua, usahakan untuk terus menghasilkan air liur, baik dengan cara minum, mengisap permen, atau mengunyah permen karet. Semakin sering Anda menelan air liur, maka itu akan membantu menstabilkan tekanan udara yang ada di telinga Anda. Jika cara tersebut masih kurang ampuh, cobalah untuk meniup udara melalui hidung yang tertutup, cara ini dinilai ampuh untuk mengurangi tekanan udara di dalam telinga. Tapi, Anda juga harus berhati-hati dalam melakukan tips yang ketiga ini, dikhawatirkan tekanan udara yang ‘terperangkap’ di dalam telinga akan berdampak buruk pada pendengaran.