Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018

Trek LRT Palembang yang sudah terpasang rel (detik.com)

Ada kesamaan moda transportasi yang bakal diusung dalam perhelatan Asia Games 2018 yang akan berlangsung Agustus mendatang. Baik di Jakarta dan Palembang sama-sama akan mengusung LRT (Light Rapid Transit). Namun ada perbedaan ‘nasib’ antara dua LRT tersebut, bila LRT di Jakarta statusnya belum jelas, apakah bisa beroperasi sesuai event, maka LRT di Palembang dipastikan sudah mampu beroperasi pada hajatan olah raga terbesar di Asia tersebut.

Baca juga: Di Tengah Pesimisme, Dirut Jakpro Optimis LRT Jakarta Bisa Digunakan Saat Asian Games 2018

Saat ini diketahui, kereta untuk LRT sudah tiba baik yang digunakan di Palembang buatan PT INKA maupun di Jakarta buatan Korea Selatan. Kali ini, KabarPenumpang.com akan membahas LRT Palembang yang akan digunakan pada perhelatan akbar nantinya.

LRT Palembang sendiri saat ini masih dalam tahap penyelesaian dengan 13 stasiun yang dipersiapkan untuk memudahkan lalu lintas kontingen. Sayangnya pada Agustus 2018 mendatang hanya akan ada lima stasiun yang akan beroperasi.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengatakan masih ada delapan stasiun yang belum beroperasi dan di prediksi pada Agustus mendatang belum selesai pengerjaannya. Tetapi Ibnu mengatakan, target penyelesaian kedelapan staisun tersebut pada tahun 2018 ini juga.

“Lima stasiun yang nantinya beroperasi yaitu Stasiun Bandara SMB II, Palembang Icon, Ampera, Jakabaring dan OPI Mall,” ujarnya yang dikutip KabarPenumpang.com dari dpr.go.id, Senin (23/4/2018).

Manager Proyek Waskita Karya Pembangunan LRT Sumatera Selatan Mashudi mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus menyelesaikan Depo Jakabaring untuk menampung kereta yang bakal dilakukan perangkaian (assembling).

“Untuk uji coba depo belum bisa dilakukan karena kereta kolong masih harus diselesaikan hingga awal Mei. Sementara dua kereta yang ada saat ini di Palembang bisa menggunakan trek 1 dan 2 untuk stabling kereta,” kata Mashudi.

Dia menambahkan, saat ini ada beberapa kendala, tetapi tidak terlalu menghambat dalam penyelesaian proyek LRT. Tak hanya itu, Ibnu mengatakan salah satu masalah adalah terkait pembiayaan yang sedang didiskusikan oleh Kementerian Keuangan karena bunga bank yang telat pembayarannya.

Selain itu, Ibnu menambahkan, ada dua titik girder yang sedang dilakukan. Kemudian perbaikan serta pemasangan listrik di jalur LRT yang masih menyisakan utang, sehingga penyelesaian pembayaran proyek diundur hingga 2020 mendatang.

Baca juga: Untuk Asian Games 2018, Jembatan Ampera Punya ‘Teman,’ Musi IV dan VI

“Tadinya mau dibayar pada 2018, tetapi pemerintah meminta pengunduran hingga 2020. Sebetulnya itu teknis saja dan tidak ada pengaruhnya dengan penyelesaian proyek. Intinya tidak akan ada hambatan operasional LRT yang ditargetkan Juli 2018. Stasiun tetap kami selesaikan.,” jelas Mashudi.

Diketahui peluncuran dua trainset LRT ini dilakukan pada Jumat (20/4/2018) kemarin di pelabuhan Boom Baru, Palembang.