Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Bandara Haneda yang Terlihat Amat Bersih. Sumber: Japan-guide.com

Traveller mana yang tidak senang apabila sesampainya di destinasi tujuan, tempat yang pertama kali ia singgahi berada dalam kondisi bersih, baik bandara, stasiun, maupun terminal. Kebersihan yang tercipta ini merupakan peranan semua orang, bukan hanya dari petugas kebersihan. Dengan kita tidak membuang sampah sembarangan saja, kita sudah turut membantu terciptanya lingkungan yang bersih.

Tidak jarang, para traveller kerap kali menghabiskan waktu lama di bandara karena pesawat yang mereka tumpangi mengalami delay atau jeda transit. Tentu, apabila bandara dalam kondisi kotor, para traveller akan merasa tidak nyaman. Berdasarkan kasus di atas, Skytrax mengadakan World Airlines Award pada tahun 2016 silam, dan salah satu kategori yang diperebutkan oleh pada nominasi adalah bandara terbersih.

Selain bandara terbersih, nominasi lain yang diperebutkan oleh para nominasi yang bergerak di bidang aviasi antara lain maskapai terbaik, bandara terbaik, dan aspek-aspek penunjang lainnya yang berhubungan dengan dunia aviasi. Dan keluarlah nama bandara Haneda di Jepang sebagai peraih penghargaan bandara terbesih di dunia. Penilaian yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dilakukan berdasarkan survei kepada para pengunjung bandara yang dilakukan dari Juni 2015 hingga Februari 2016. Tercatat, sebanyak 13,25 juta survei “terbang” menuju 106 negara yang berbeda.

Ada banyak aspek yang menjadi poin penilaian Skytrax dalam survei yang dilakukan, seperti dari mulai check in, kedatangan, transit, imigrasi, belanja, dan tentu saja aspek kebersihan. Untuk penghargaan bandara terbersih, poin penilaian dilihat dari kebersihan seluruh sudut bandara, dari mulai lorong, hingga toilet bandara. Tahun lalu, Bandara Haneda berada di posisi keempat, di bawah Bandara Internasional Changi, Singapura yang tahun lalu menduduki posisi wahid, namun pada tahun 2016, posisi tersebut berbalik.

Apabila ditelusuri lebih dalam, ternyata kebersihan yang tercipta ini bukan karena teknologi yang canggih sehingga dapat membersihkan sampah secara otomatis, tapi karena etos orang Jepang sendiri yang amat cinta akan kebersihan. Bahkan, budaya cinta lingkungan seperti ini sudah dipupuk sejak kecil, menjadikannya insan yang sadar akan kebersihan. Selain kesadaran akan pentingnya kebersihan dari masing-masing pribadi, pemerintah Jepang juga menyediakan fasilitas penunjang seperti tersedianya banyak bak sampah dan tidak segan untuk memberikan sanksi berupa denda terhadap orang yang mengotori lingkungannya. Maka tidak heran apabila bandara Haneda berhasil “menyabet” gelar sebagai bandara terbersih di dunia.

terminal 2 Bandara Haneda. Sumber: mhs.co.jp
terminal 2 Bandara Haneda. Sumber: mhs.co.jp

Satu-satunya bandara yang berada di prefektur Tokyo ini terletak bersebrangan dengan teluk Tokyo ini menjadi bandara tersibuk di Tokyo dengan 3 terminal: terminal 1, terminal 2, dan terminal internasional. Bandara ini juga dilengkapi dengan kereta bandara yang memudahkan para penumpang menjangkau Bandara Haneda ini.

Penampakan Kios Bergaya Rumah Jepang. Sumber: airlinereporter.com
Penampakan Kios Bergaya Rumah Jepang. Sumber: airlinereporter.com

Kebersihan di tempat ini bisa terlihat sejak kita menuruni kereta bandara, hampir tidak ada sampah yang tersebar di sini. Dipadukan dengan pencahayaan yang terang, menjadikan bandara ini lebih terlihat “hidup”. Selain bersih, bandara ini juga bisa dibilang unik, karena terdapat rumah-rumahan bergaya Jepang yang tersusun rapi di dalamnya. Setelah di telisik lebih dalam, ternyata itu adalah kios-kios yang menjajakan beragam kebutuhan, dari mulai kios jajanan hingga body shop. Tentu saja, ini menarik banyak minat pengunjung yang penasaran akan barang apa saja yang dijajakan di sana.

antrian penumpang di bandara Haneda. sumber: media.gettyimages.com
antrian penumpang di bandara Haneda. sumber: media.gettyimages.com

Bandara modern ini mulai beroperasi pada tahun 1931, dan terus bertumbuh dari masa sebelum perang dunia II hingga kini. Dengan melayani lebih dari 75 juta penumpang setiap tahunnya, ditambah lagi dengan keberadaan internasional yang mulai beroperasi sejak 2010 lalu, tidak heran kalau bandara ini menjadi satu dari lima bandara tersibuk di dunia.