Google Pasang WiFi di Bus Sekolah Untuk Kemudahan Siswa di Pedesaan

deccanchronicle.com

Dalam proyek yang terkait CSR (Corporate Social Responsibility) Bus sekolah di danai Google untuk dilengkapi fasilitas WiFi (Wireless Fidelity) di dalamnya. Hal ini dirasakan oleh seorang murid kelas delapan bernama Lakaysha Governor yang setiap hari harus menggunakan bus sekolah dari rumah menuju ke lokasi sekolah selama dua jam perjalanan. Dengan adanya WiFi yang menunjang fasilitas di bus membuat Lakaysha dan murid lainnya merasakan manfaat besar dan memudahkan mereka mengerjakan pekerjaan rumah sembari berada di dalam bus perjalanan pulang ke rumah.

Kemudahan adanya WiFi ini juga akan dirasakan oleh seorang siswa calon forensik salah satu dari dua ribu siswa di Carolina Selatan tepatnya di pedasaan Berkeley County yang akan naik satu dari 28 bus yang tersedia. Dilansir dari deccanchronicle.com (22/3/2017), Google akan mendanai pemasangan dan melengkapi bus sekolah dengan WiFi yang akan diresmikan pada Senin mendatang (27/3/2017). Raksasa teknologi ini juga akan memberikan 1.700 unit laptop Chromebook ke beberapa distrik sekolah yang memberikan tugas sekolah maupun pekerjaan rumah kepada para murid.

Apalagi saat ini banyak tugas baik di sekolah maupun di rumah yang sudah berpindah melalui online. Bus sekolah bisa dikatakan sebagai rumah berjalan untuk anak sekolah yang harus menempuh jarak yang jauh dari rumah menuju ke sekolah atau sebaliknya. Ini membuat para murid jenuh apalagi tugas yang diberikan secara online dan harus mempersiapkan diri dan pelajaran untuk esok hari. Google berharap dengan adanya bantuan WiFi di bus sekolah membatu para siswa yang berada di daerah pedesaan atau di daerah terpencil lainnya bisa memanfaatkannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah selama perjalanan.

Setidaknya saat ini Google+ memiliki hubungan yang cukup lama dengan Berkeley County yang menghasilkan lebih dari US$1 miliar sejak kerjasama yang dilakukan pada 2007 lalu. Google mengatakan saat ini sudah memberikan hampir US$2 miliar dalam bentuk bantuan untuk sekolah-sekolah lokal dan organisasi yang tidak mencari keuntungan.

Tak hanya itu, Goggle sebagai perusahaan teknologi raksasa ini juga berharap program pemasangan WiFi ini diperluas ke daerah dan pedesaan lainnya di Amerika Serikat termasuk lokasi dimana pihaknya memiliki pusat data yang dalam proses pencarian serta informasi lainnya.

Juru bicara Google, Lilyn Hester yang berbasis di Chapel Hill, North Carolina mengatakan, “adanya upaya ini, pertama diluncurkan pada tahun 2016 lalu tepatnya di Caldwell County, North Carolina dimana sudah ada pusat data milik Google”.

Dia menambahkan, adanya ekspansi ini juga berdasarkan kebutuhan dan Google memfokuskan pada tempat-tempat seperti pedesaan yang memiliki akses internet broadband lambat. Tak hanya itu, Google juga mencari cara agar bus berteknologi tinggi dapat berguna diluar jam sekolah seperti di pusat komunitas atau perkumpulan.

Lakaysha mengatakan banyak siswa lainnya yang bisa mengerjakan tugas sekolah dengan mudah di bus walaupun ada akses internet di rumah. Dengan adanya akses WiFi ini, guru-guru sekolah senang karena banyak siswa yang tidak memiliki akses internet bisa mengerjakan pekerjaan rumah mereka dalam perjalanan di bus sekolah.