Giliran Bandara Seattle Gunakan Jasa Robot Untuk Layani Calon Penumpang

Sumber: komonews.com

Kembali, era robotika mulai digunakan di dunia aviasi dengan tujuan yang hampir sama dengan yang sudah ada sebelumnya di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tenaga di bandara. Adalah Seattle-Tacoma International Airport yang baru saja mengumumkan bahwa pihaknya akan menggunakan jasa robot yang akan disandingkan dengan pihak keamanan bandara.

Baca Juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara

Lebih lanjut, pihak bandara mengatakan bahwa program pengadaan robot tersebut berjalan bersamaan dengan American Association of Airport Executives Innovation Forum. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, robot dengan nama Tracey tersebut memberikan beberapa instruksi untuk melewati serangkaian pemeriksaan keamanan kepada para calon penumpang dalam bahasa Inggris. Tidak hanya bahasa Inggris, diketahui robot ini juga dapat memberikan informasi dalam enam bahasa yang berbeda. Robot ini akan secara otomatis mengganti bahasa jika didekati oleh calon penumpang yang berbicara kepadanya.

“Halo, nama saya Tracey. Ikuti instruksiku untuk mempercepat laju antrian dan alarm pemindai tubuh tidak berbunyi,” begitulah kira-kira yang diucapkan oleh Tracey, si robot pintar yang ditempatkan di bagian keamanan. Tracey akan mengingatkan penumpang untuk melepaskan jaket, membuka ikat pinggang, dan memastikan penumpang tidak membawa benda-benda berbahan besi di tas calon penumpang ketika hendak melewati bagian X-Ray.

Tidak sebatas sampai situ saja, Tracey juga dilengkapi dengan kamera dan diprogram untuk mengingatkan para calon penumpang yang memakai topi untuk melepasnya. Seorang juru bicara dari Seattle-Tacoma International Airport mengatakan bahwa penggunaan kamera tersebut tidak digunakan untuk merekam aktifitas di bandara dan tidak digunakan saat periode pengujian. “Kami mencoba untuk mengevaluasi apakah teknologi Tracey benar-benar dapat membantu kami memproses penumpang lebih cepat di jalur pemeriksaan keamanan,” papar David Wilson, direktur inovasi Sea-Tac International Airport.

David mengatakan bahwa salah satu alasan bandara tersebut menggunakan robot yang harganya berkisar antara US$20.000 hingga US$50.000 adalah karena jalur pemeriksaan keamanan kerap kali terhambat akibat sensor X-Ray berbunyi, yang menandakan ada calon penumpang yang lupa untuk melepas ikat pinggang atau kedapatan membawa benda logam di dalam tasnya.

Seorang juru bicara Sea-Tac mengatakan bahwa pada 2017, 97 persen penumpang berhasil melewati jalur pemeriksaan keamanan kurang dari 20 menit. Meski begitu, pejabat bandara mengatakan bahwa mereka mencoba untuk merampingkan angka tersebut lebih jauh lagi. Tidak hanya di Seattle, Bandara Internasional San Jose juga mempekerjakan sebuah robot yang dapat menjawab pertanyaan calon penumpang dan memberi petunjuk di dalam terminal.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon

Lain cerita dengan robot super cute yang ada di Bandara Internasional Incheon, Korea, dimana dua buah robot beda fungsi beroperasi untuk melancarkan perhelatan Olimpiade Musim Dingin mendatang. Satu adalah robot pemandu calon penumpang di bandara, sedangkan yang satunya lagi difungsikan sebagai  robot pembersih koridor bandara.