Ford Luncurkan Chariot, Aplikasi Layanan Bus Antar Jemput

Mark Fields, President and CEO of Ford (www.businessinsider.com)

Sebuah aplikasi layanan baru saja diluncurkan Ford pada Senin (29/1/2018) bernama Chariot. Aplikasi yang baru saja mendapat persetujuan ini melayani pengguna untuk mendapatkan bus antar jemput dengan mudah.

Baca juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

KabarPenumpang.com melansir dari laman businessinsider.com (29/1/2018), layanan melalui aplikasi Chariot milik Ford ini disetujui oleh regulator transportasi London yakni Transport for London untuk di uji coba di ibu kota Inggris. Chariot ini bisa mengoperasikan layanan hanya pra-pemesanan di kota selama satu tahun di tiga rute, dan rute keempat pada sembilan bulan berikutnya.

“Layanan ini berpotensi menyediakan jaringan transportasi yang berguna di wilayah yang akan mereka layani, sebagian besar berada di luar pusat kota London, dan kami akan memantau uji coba ini dengan hati-hati,” kata juru bicara regulator Transport for London.

Untuk biaya perperjalanan, setiap pengguna akan dikenakan £2,40 atau Rp45 ribu jika dibandingkan dengan perjalanan bus reguler £1,50 atau sekitar Rp28 ribu. Layanan mobilitas Ford sendiri sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan permintaan di kota-kota dimana pengguna yang lebih ingin melakukan perjalanan dibandingkan membeli mobil. Pabrik mobil Amerika Serikat saat ini sudah mengoperasikan layanan busnya di kota-kota Amerika Serikat seperti San Francisco dan Seattle.

Layanan bus milik Amerika Serikat ini memungkinkan penumpang untuk memesan tempat duduk dalam perjalanan umumnya antar hub transportasi dan dari ke fasilitas park and side. Sedangkan rute untuk bus milik Ford ini yang diusulkan mencakup daeerah di sebelah selatan sungai Thames, dimana daerah ini tidak dekat dengan stasiun bawah tanah atau pembangunan stasiun bawah tanah baru.

Ford mencoba melakukan variasi ke moda transportasi lain dari kendaraan yang dijual ke konsumen karena pesaing baru dari Alphabet Google to Uber mengguncang industri otomotif tradisional. Pembuat mobil bereksperimen dengan layanan mobilitas, bermitra dengan aplikasi teknologi yang ada atau mengembangkan penawaran mereka sendiri seperti klub mobil saat berusaha menarik kaum muda urban yang semakin menghindari kepemilikan kendaraan.

Baca juga: Nanyang University Punya Bus Kampus Elektrik? Unpad dan UI Juga Punya Tapi…

“Layanan antar jemput penumpang Chariot akan melengkapi sistem transportasi umum yang ada dengan menawarkan pemesanan naik dalam aplikasi untuk solusi perjalanan pulang pergi pertama dan terakhir, dan potensi untuk mencapai area yang kurang terlayani,” ujar pihak Ford dalam sebuah pernyataan.