Fasilitas Pertumbuhan Penumpang, Bandara Global Bakal Terapkan Teknologi Biometrik

Ilustrasi biometrik (FindBiometrics)

Teknologi terus berkembang setiap harinya dan memberikan hal-hal baru bagi dunia khususnya industri bandara dunia. Perkembangan teknologi yang kian pesat ini biasanya untuk membantu mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan bandara.

Baca juga: Akuarium Virtual Pemindai Wajah Sapa Calon Penumpang di Bandara Dubai

Salah satu konsultan yakni Frost & Sullivan mengatakan biometrik adalah teknologi invonasi yang menjadi salah satu kunci dalam upaya tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman findbiometrics.com (4/6/2018), bahwa laporan dari Frost & Sullivan memprediksi tahun 2023 mendatang, pembelanjaan teknologi inovatif bandara akan mencapai US$4,63 miliar setara dengan Rp64,2 triliun.

Ini juga didorong dengan adanya pertumbuhan lalu lintas penumpang dan hambatan pada kapasitas. Pertumbuhan infrastruktur tradisional yang masih banyak digunakan oleh bandara global tidak lagi dapat mengimbangi dengan pertumbuhan penumpang tersebut.

Seperti di Eropa dimana kini mencari solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Sedangkan di kawasan Asia Pasific, sudah banyak bandara yang berusaha meningkatkan diri dengan teknologi baru yang menarik.

Adapun teknologi teranyar yang berada di posisi teratas untuk solusi bandara global yakni biometrik, blockchain, analitik data dan kecerdasan buatan. Dari berbagai solusi ini sudah mulai terlihat jelas, terutama biometrik.

Bandara-bandara yang ada di Amerika Serikat kini merangkul pembuat biometrik penumpang bersama dengan otoritas perbatasan yang berusaha meningkatkan keamanan. Sedangkan di Eropa dan bandara Inggris, contohnya bandara Gatwick menghadirkan pengumuman tentang end-to-end yakni sistem pemrosesan penumpang biometrik.

Sementara itu, Bandara Changi Singapura telah menghadirkan kecanggihan teknologinya dalam pengenalan skrining biometrik pada penumpang. World Travel & Tourism Council belakangan ini hadir sebagai pendukung teknologi biometrik yang terang-terangan sebagai sarana untuk memfasilitasi tren pertumbuhan yang tidak terkendali.

Baca juga: Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan

Renjit Benjamin seorang analis Frost & Sullivan menjelaskan ini semua memberikan peluang lebih lanjut bagi pemain di bidang teknologi inovatif dan keamanan digital dalam ringkasan bahwa transisi ke infrastruktur berbasis data akan ada investasi besar dalam analitik data, penyimpanan, produk dan layanan keamanan.

“Itu menunjukkan teknologi biometrik akan semakin digunakan, tidak hanya untuk pemrosesan penumpang tetapi juga untuk kemanan data bandara,” kata Benjamin.