Empat Proyek Pembangunan Perkeruh Kemacetan di Tol Cikampek

Sumber: pojoksatu.id

Menghabiskan waktu liburan akhir pekan besama orang-orang yang kita cinta bisa berubah menjadi suatu ‘malapetaka’ jika Anda tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari destinasi, rute, hingga moda yang hendak digunakan menjadi beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kelancaran waktu liburan Anda. Belum lagi jika libur panjang akhir pekan tiba, tentu minat plesir warga di kota-kota besar meningkat dan tidak menutup kemungkinan terjadinya kepadatan di mana-mana.

Baca Juga: Baraya Travel, Dipilih Karena Tak Buat Dompet Merintih

Ambil contoh warga Ibukota yang memilih untuk menghabiskan waktu libur panjang akhir pekan kemarin di daerah Bandung dan sekitarnya. Pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan menemukan bahwa tiket kereta api dengan destinasi Kota Kembang tersebut sudah habis sejak awal bulan November kemarin. Tidak ada yang memungkiri bahwa Bandung kerap kali menjadi tempat peraduan warga Ibukota yang penat dengan rutinitasnya sehari-hari. Tak pelak, warga Jakarta kehilangan salah satu moda pengangkutnya menuju kota berjuluk Paris van Java tersebut.

Keberadaan shuttle Jakarta – Bandung lalu menjadi opsi cadangan bagi warga Ibukota yang malas berkutat dengan kemacetan yang sudah dapat diprediksi dari jauh-jauh hari. Tidak mesti libur panjang akhir pekan saja, kemacetan yang terjadi di sepanjang tol Cikampek bahkan belakangan ini semakin meradang dengan adanya beberapa proyek di sana. Sebut saja proyek jalan tol Jakarta – Cikampek II (elevated) yang dimulai pada 6 Juli 2017 silam, proyek Light Rapid Transit (LRT) Jakarta – Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta – Bandung, hingga proyek jalan tol Cibitung – Cilincing menjadi pemandangan baru yang menghiasi sepanjang tol Cikampek.

Padatnya kendaraan yang dipadukan dengan keberadaan empat proyek di atas seolah menjadi mimpi buruk bagi setiap orang yang hendak melintasi jalan dengan gerbang tol terbanyak di Indonesia tersebut (Gerbang Tol Cikarang Utama). “Dulu tidak segini macet, sejak ada proyek itu saja tuh tol jadi makin macet,” ujar pengemudi shuttle Baraya Travel yang melakukan perjalanan dari Sarinah menuju Bandung, Kamis (30/11/2017). Mobil shuttlenya sendiri hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 10 km per jam, terhitung mulai dari Kuningan hingga Rest Area Tol Cikampek KM 57 arah Bandung. Dengan waktu rehat 40 menitan, total durasi perjalanan yang kami tempuh dari Jakarta ke Bandung hari itu mencapai 8 jam!

Di sini, fatamorgana mulai muncul tatkala penumpang yang merasa kelelahan selama perjalanan lebih mendambakan untuk tiba di rest area ketimbang di Bandung. Bagaimana tidak, para penumpang yang kebanyakan orang kantoran ini tentu sudah merasa kelelahan setelah seharian bekerja dan mereka harus menghadapi kemacetan yang semakin memerah. Wajar jika para penumpang lebih menunggu-nunggu untuk tiba di rest area.

Baca Juga: Menjajal Jakarta-Bandung Menggunakan Shuttle Premium Cititrans

Jalur neraka Jakarta – Bandung via tol Cikampek, opsi terakhir warga Jakarta yang hendak melancong ke Kota Kembang menawarkan estimasi perjalanan kurang lebih tujuh setengah jam. Bagi Anda yang hendak menggunakan mobil pribadi, disarankan untuk membawa bekal cemilan selama perjalanan untuk menghilangkan rasa kantuk karena kelelahan. Dianjurkan juga untuk tidak memaksakan diri untuk berkendara jika sudah mulai lelah dan bisa  menggunakan fasilitas rest area yang tersedia. Selain kondisi pengemudi, performa kendaraan juga harus dipastikan prima agar perjalanan Anda senantiasa selamat dan lancar.