Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

ilustrasi GPS. Sumber: istimewa

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kehadiran Global Positioning System atau yang akrab disingkat GPS ini sudah membantu jutaan umat manusia ketika mereka berkendara. Di awal kemunculannya, aplikasi berbasis peta virtual ini memang belum secanggih sekarang yang sudah bisa menunjukkan jalur tercepat untuk sampai di tujuan. Belum lagi fitur penghitung estimasi perjalanan dan voice direction yang akan memudahkan perjalanan Anda.

Baca Juga: Fake GPS, Jurus Pengemudi Online Akali Order Pelanggan

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, kehadiran fitur GPS ini masih menjadi perdebatan di Indonesia lantaran dianggap mengganggu konsentrasi dalam berkendara. Namun, tahukah Anda bahwa GPS dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama otak Anda? Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, sejumlah pakar kesehatan dunia menyebutkan bahwa kebiasaan mengandalkan navigator GPS ini bisa menurunkan kinerja otak.

Pakar kesehatan dari University College London menelurkan sebuah hipotesa yang berisikan bahwa saat kita mengandalkan navigator ini, otak ternyata cenderung menjadi lebih malas. Hal yang berbeda terjadi jika otak harus mengingat atau memilih jalan secara langsung sehingga menjadi lebih aktif. Guna membuktikan hipotesa tersebut, para pakar tersebut melakukan sebuah penelitian terhadap partisipan yang kerap mengandalkan GPS ketika berkendara.

Ternyata, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bagian otak yang berperan besar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, hippocampus, memiliki aktifitas yang berbeda antara partisipan yang berkendara dengan menggunakan GPS dengan yang tidak. Aktifitas otak ketika berkendara dengan menggunakan GPS cenderung datar-datar saja. Sedangkan ketika partisipan ditempatkan di daerah yang cenderung baru tanpa kehadiran GPS, aktifitas otak terlihat mengingkat. Hal ini menunjukkan bahwa hippocampus  dan korteks prefontal pada otak bekerja dengan baik karena otak dipaksa untuk mengambil keputusan (memilih jalan).

Seorang pakar kesehatan bernama Dr. Hugo Spiers menyebutkan bahwa jika otak tidak banyak digunakan untuk berpikir, maka lambat laun otak akan kehilangan kekuatannya. Amat disayangkan, navigasi GPS yang bisa memberikan arahan pada kita secara jelas untuk menentukan jalan, bisa memberikan dampak yang sama, yaitu membuat otak lama kelamaan akan kehilangan kekuatannya.

Baca juga: 1 April 2018, India Wajibkan Penggunaan GPS di Angkutan Umum, Indonesia Bagaimana?

Sementara itu, pakar kesehatan lainnya dari University of Cardiff, Wales, Dr. Dean Burnett juga menyarankan kita untuk tidak terlalu sering menggunakan GPS saat berkendara, agar kekuatan otak kita dapat terus terlatih dan tidak kehilangan kekuatannya.