Duduk Dekat Jendela, Opsi Paling Ideal Untuk Naik Kereta Jarak Jauh

Ilustrasi penumpang mudik

Pemudik di Pulau Jawa biasanya lebih banyak memilih kereta api, selain harga tiket yang relatif masih lebih murah, tidak terkena macet seperti bus dan mendapat pemandangan indah meski menempuh perjalanan yang cukup lama dibanding pesawat. Ya, setidaknya sebelum bertemu sanak saudara menikmati hamparan sawah, pohon, gunung dan lainnya saat kereta melintas menjadi satu suguhan menarik.

Baca juga: Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!

Sebagai pengguna kereta, KabarPenumpang.com merangkum beberapa hal yang bisa membuat mudik lebih menyenangkan dan tak ada kata bosan dengan transportasi satu ini. Apa saja sih? Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan dibawa selama perjalanan.

1. Bawa bekal dari rumah
Selagi perjalanan menuju kampung halaman, perjalanan kereta tak lah sebentar bisa lima jam bahkan 16 jam jika sampai ke Jawa Timur. Bila Anda menggunakan kereta pagi, siapkan makanan berbuka dan sebaliknya bila menaiki kereta malam bawa makanan untuk sahur. Selama perjalanan mudik biasanya akan lebih menikmati makanan rumah alias bawa sendiri untuk berbuka atau sahur di perjalanan.

Tetapi bagi yang tidak membawanya bisa memesan makanan dari kereta. Karena restorasi kereta menyediakan beberapa menu pilihan, namun mungkin makanan yang diinginkan seringkali tak ada di menu.

Ilustrasi bekal makanan

2. Duduk dekat jendela
Menikmati perjalanan dengan ular besi, paling nikmat adalah duduk dekat jendela. Dikala perjalanan siang, pemandangan di luar kereta sungguh menyejukkan hati. Hamparan sawah hijau membuat ketenangan dan kedamaian.

Bahkan bisa membuat Anda tidak merasakan sedang dalam perjalanan jauh dengan waktu berjam-jam. Apalagi kini, setiap penumpang yang memesan tiket bisa memilih langsung tempat duduk yang diinginkannya melalui aplikasi milik KAI atau online tavel lainnya.

3. Bawa bantal dan selimut
Di kereta eksekutif, penumpang biasanya akan disediakan bantal dan selimut. Tapi, banyak juga yang memiliki alergi dengan bahan bantal atau selimut.

Sehingga dengan membawa bantal leher dan selimut sendiri selain lebih nyaman, juga menjauhkan dari alergi. Untuk penumpang kelas ekonomi AC dan bisnis sepertinya membawa bantal dan selimut ini wajib, karena kelas kereta yang satu ini tidak menyediakan bantal maupun selimut.

Tanda penanda di barang

4. Bawa keperluan pribadi
Obat-obatan, tisu, hand sanitizer menjadi salah satu yang terpenting untuk dibawa. Sebab, jika tiba-tiba maag kambuh, kepala pusing atau mual setidaknya masih bisa ditahan dengan obat yang dibawa penumpang.

Baca juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi

Tisu dan hand sanitaizer digunakan untuk membersihkan tangan sebelum dan setelah makan. Ini bisa digunakan saat sulit mendapat air untuk cuci tangan dan bisa melapnya dengan tisu yang dibawa. Tidak mau kan mudik malah sakit bukan bertemu keluaga karena kurang menjaga kebersihan diri.

5. Beri tanda di barang bawaan
Biasanya para pemudik membawa barang bawaan yang tidak sedikit dan ini sepertinya wajar. Untuk memudahkan menemukan barang bawaan baiknya gunakan tanda, karena stasiun tidak memberikan fasilitas penanda tersebut.

Tempel stiker, pita atau beri tulisan untuk menegaskan itu barang bawaan Anda. Terkadang pun tak sadar jika barang bawaan tertukar karena kardus pembungkus sama. Dengan tanda ini bisa membedakan barang milik Anda.