Dubai, Amerika Serikat, dan Slowakia Saling Mengantri Realisasi Hyperloop

Sumber: independent.co.uk

Pembangunan pesat yang terjadi di beberapa negara di belahan dunia membuat para warganya menginginkan adanya sebuah terobosan di bidang transportasi. Kemacetan yang terjadi serta semakin ramainya pengguna moda kendaraan merupakan dua faktor pendukung yang vokal dalam pengadaan moda transportasi baru ini.

Baca Juga: Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya

Keluhan masyarakat tersebut seolah mendapat jawaban dari CEO dari SpaceX yang mengatakan siap memberikan sebuah moda transportasi anyar bernama Hyperloop. Moda darat modern ini tidak hanya menawarkan kecepatan yang diusung-usung dapat mencapai kecepatan hingga lebih dari 1000km per jam, namun juga keberadaannya tidak akan memakan banyak lahan, karena jalur dari Hyperloop sendiri hanya berupa sebuah pipa besar, dimana Hyperloop akan beroperasi di dalamnya.

Angkutan penumpang ini diharapkan dapat memegang pangsa pasar pada rentan tahun 2022 hingga 2026. Tidak hanya penumpang, Hyperloop juga digalang-galang dapat menjadi angkutan kargo. Hyperloop menawarkan cara tercepat untuk transportasi penumpang dibandingkan dengan pilihan transportasi yang tersedia saat ini seperti kereta api, pesawat terbang, dan lain-lain.

Biaya perjalanan Hyperloop diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan pesawat terbang atau bullet train yang mampu menampung penumpang lebih banyak. Dilansir KabarPenumpang.com dari marketwatch.com (6/6/2017), rute operasional Hyperloop pertama diperkirakan akan dibangun antara Dubai dan Abu Bhabi pada tahun 2022 mendatang. Dukungan dari pemerintah daerah, investor modal, dan lain-lain memainkan peran utama dalam komersialisasi Hyperloop di kawasan yang terkenal dengan menara pencakar langit tertinggi di Dunia ini.

Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia

Diwartakan dari sumber yang sama, rencananya Hyperloop akan dikomersilkan di Amerika Serikat pada tahun 2023 mendatang dengan rute awalan dari Los Angeles menuju California. Tidak tanggung-tanggung, pihak Hyperloop menerjunkan belasan tim dari Amerika untuk mempresentasikan rencana rute Hyperloop yang dapat dikembangkan setelah dilakukan pengecekan kelayakan di masing-masing daerah. Persetujuan pemerintah, perusahaan pengembang teknologi Hyperloop di kawasan ini, dan investasi modal memainkan peran utama dalam pengembangan moda yang kecepatannya menyaingi pesawat Concorde ini.

Setahun berselang setelah rencana pembangunan Hyperloop di Amerika Serikat, giliran Slowakia dan Republik Ceko yang tanahnya siap dibombardir para petugas Hyperloop untuk membangun pra-sarana moda ini. Pihak Hyperloop sendiri mengaku sudah menerima pesetujuan dari pemerintahkedua negara untuk memeriksa kelayakan rute Hyperloop, yang mendorong pengembangan rute Hyperloop di wilayah ini. Setelah studi kelayakan di negara-negara ini, konstruksi aktual akan dimulai, yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2024.

Dibalik larisnya solusi yang ditawarkan oleh Hyperloop dalam menjawab permintaan pasar akan moda transportasi baru dan modern, ada beberapa aktor utama dibalik semua itu, diantaranya adalah Hyperloop Transportation Technologies dari Amerika, Hyperloop One dari Amerika, TransPod Inc. dari Kanada, dan SpaceX dari Amerika. Bahkan, rencananya Hyperloop juga akan dibangun di Indonesia, namun masih memerlukan beberapa kajian lebih dalam mengenai tawaran langsung dari pihak Hyperloop ini.