Didukung Walikota, Uber Siap Mengudara di Langit Los Angeles Tahun 2020!

Sumber: designboom.com

Uber, perusahaan teknologi transportasi global yang berkantor pusat di San Francisco, dan beroperasi di 633 kota di seluruh dunia, baru saja menegaskan bahwa pihaknya akan mulai mengoperasikan layanan taksi terbangnya di Los Angeles pada tahun 2020 mendatang. Ini merupakan jalan yang ditempuh oleh pihak penyedia jasa layanan transportasi untuk turut serta menangani masalah lalu lintas yang ada. Secara, Los Angeles digadang sebagai kota dengan tingkat kemacetan terparah ke-12 di dunia versi TomTom Traffic Index 2017.

Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (9/11/2017), Chief Product Officer Uber, Jeff Holden mempromosikan proyek ambisius perusahaannya ini di perhelatan Web Summit yang diadakan di Lisbon, Portugal, beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya sampai di situ, pihak Uber juga mulai mengunggah video berdurasi 100 detik yang berisikan tentang skema pengoperasian dari moda yang diberi nama Elevate ini.

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa penumpang memesan layanan taksi udara melalui aplikasi Uber dan menuju ke “Skyport” di atap sebuah bangunan di dekatnya. Kode pesanan si penumpang akan dipindai di dalam moda tersebut lalu mengantarkannya ke lokasi tujuan dengan menggunakan pesawat hybrid.

Uber sendiri memprediksi bahwa perjalanan dari Lakers Staples Center menuju Bandara Internasional Los Angeles akan memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan taksi udara ini, padahal jika menggunakan mobil, perjalanan tersebut bisa memakan waktu hingga satu setengah jam. Seraya mempromosikan layanan anyarnya ini, Jeff mengatakan bahwa terbang menggunakan taksi udara milik Uber akan lebih menghemat kocek Anda dibandingkan dengan menggunakan mobil konvensional.

Diketahui, Los Angeles merupakan kota ketiga yang mengumumkan akan bekerja sama dengan pihak Uber, menyusul Dallas-Fort Worth dan Dubai. “Los Angeles merupakan salah satu kota yang paling padat di dunia saat ini,” tutur Jeff. “Pada dasarnya, Los Angeles tidak memiliki infrastuktur angkutan massal. Pendekatan semacam ini memungkinkan kita untuk menyebarkan metode transit massal dengan sangat murah, dimana pada pengaplikasiannya tidak membuat lalu lintas menjadi lebih buruk,” imbuhnya.

Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber

Harapan serupa juga dituturkan oleh walikota Los Angeles, Eric Garcetti, dimana ia berharap program taksi terbang milik Uber ini dapat memberikan dapak positif pada mobilitas warganya. “Los Angeles merupakan tempat uji coba yang yang sempurna untuk teknologi baru ini. Saya berharap dapat melihat perkembangan positif di tahun-tahun mendatang,” ungkap Eric dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Holden juga mengatakan bahwa Uber telah menandatangani Space Act Agreement dengan pihak NASA untuk menciptakan sebuah sistem kontrol lalu lintas udara baru untuk mengelola pesawat otonom yang akan terbang rendah ini.