Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways

Sumber: air-cosmos.com

Masih ingat dengan Boom Technology? Pesawat supersonik yang digadang sebagai pengganti Concorde ini juga diketahui turut mengambil bagian di perhelatan Dubai Airshow 2017. Boom Technology tengah berupaya untuk menarik minat maskapai penerbangan Timur Tengah dan beberapa investor lainnya untuk mendukung langkahnya dalam mengkomersialkan operasi pesawat supersonik tersebut. Mungkin beberapa tahun yang lalu, ide ini hanyalah sebatas impian. Tapi tengoklah sekarang, ide tersebut betul-betul akan direalisasikan.

Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (13/11/2017), pendiri sekaligus CEO Boom Supersonic, Mr Scholl mengatakan bahwa dirinya sudah memegang 76 catatan pre-order dari berbagai maskapai penerbangan dan pihaknya tengah melakukan perbincangan serius dengan 20 maskapai lainnya.

Mantan eksekutif di Amazon ini juga yakin bahwa teknologi baru tersebut menggunakan material komposit yang akan berdampak pada pengoperasian mesin yang lebih tenang dan efisien. Dari situ, Mr Scholl optimis bahwa penerbangan supersonik bisa kembali meramaikan dunia aviasi global. “Awalnya saya sempat pesimis untuk terjun ke dunia penerbangan supersonik, tapi setelah saya meninjau langsung ke lapangan, ternyata pengaplikasian pesawat supersonik ini masih bisa diupayakan, walaupun sulit,” terang Mr Scholl.

Mr Scholl tidak muluk-muluk dapat bernegosiasi dengan perusahaan penerbangan Gulf, namun ia mengatakan bahwa Emirates dan Qatar Airways merupakan dua contoh taget yang jelas. Dua operator ini selalu meng-upgrade armadanya sebagai bentuk persaingan memperebutkan hati penumpang. Poin tersebut diharapkan dapat menjadi celah untuk Mr Scholl dalam menawarkan produknya. “Tiap maskapai ingin selalu mengalahkan kompetitornya, dan selalu mencari cara untuk membedakan diri,” ungkapnya. “Ditinjau dari segi geografis, Timur Tengah bisa dibilang lokasi yang strategis, karena di sini bisa dibilang merupakan titik hubung ke seluruh dunia,” imbuh Mr Scholl.

Baca Juga: Rilis Model Anyar, Boom Technology Kebanjiran Pesanan

Untuk menguatkan tonggak proyeknya, Mr Scholl mengatakan bahwa yang menjadi pembeda antara produknya dan Concorde terletak dari penggunaan mesin. “Pembuat kebijakan tidak akan mengijinkan sebuah pesawat baru menimbulkan suara yang lebih berisik, maka dari itu kami berupaya keras untuk mengatasi masalah tersebut,” terangnya.

Mr Scholl sendiri memperkirakan penjualan pesawat supersonik buatannya ini akan laku di pasaran sekitar 1.000 hingga 2.000 pesawat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, dengan pesawat pertama memasuki masa operasinya pada tahun 2023 kelak. Sebagai informasi penutup, dengan menggunakan Boom Supersonic, Anda dapat mengudara dari New York City menuju London yang terpisah jarak 3.459 mil atau setara dengan 5.585 km hanya dengan memakan waktu tempuh 3 jam 15 menit saja!