Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok

Depo KRL Depok terbesar di Asia Tenggara (Kaorinusantara)

Indonesia patutnya berbangga, terlebih kota Depok yang berada di pinggiran kota Jakarta. Pasalanya Depok memiliki fasilitas perawatan kereta api listrik (KRL) terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas atau yang biasa di sebut depo ini berada di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI

Depo terbesar ini menempati lahan seluas 26 hektar dengan panjang bangunan 1,3 km dan lebar 200 meter. Pembangunannya sendiri memakan waktu selama 36 bulan sejak 20 Agustus 2004 hingga 22 Januari 2008 yang diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat.

KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber ini, mendapatkan fakta bahwa untuk membangun fasilitas perawatan KRL yang beroperasi di Jabodetabek tersebut menghabiskan biaya yang cukup besar yakni Rp504 miliar. Dana pembangunannya berasal dari APBN dan pinjaman pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Coorporation (JBIC).

Fasilitas ini memiliki 14 stabling track atau tempat parkir yang diperuntukkan bagi 336 unit KRL, dua jalur pemeliharaan bulanan, satu jalur pemeliharaan tahunan, dua jalur pemeliharaan harian, satu jalur pemeriksaan tak terjadwal, tiga jalur pembentukan formasi kereta dan dua jalur cuci besar. Di dalam komplek depo ini juga ternyata dilengkapi dengan 30 kamar mess bagi masinis yang berisikan 120 tempat tidur.

Jalur perawatan KRL di depo Depok (blogspot)

Jika mengunjungi depo ini seperti mengunjungi depo Fukugawa milik Tokyo Metro yang dimana pengunjung dengan izin khusus bisa melihat KRL di dalamnya. Tak jauh dari tempat pencucian kereta, terdapat tumpukan aset depo dan suku cadang serta bagian KRL yang tak lagi diunakan.

Baca juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia

Salah satunya adalah lori kecil yang berfungsi untuk melangsir KRL saat berpindah jalur atau los saat menjalani perawatan. Lori ini sendiri sudah digunakan sejak awal depo ini ada yanki tahun 2008 silam. Namun, kini lori tersebut tak lagi digunakan dan digantikan tugasnya oleh KRL seri 6000 eks-Toei rangkaian 6217F yang hanya terdiri dari dua kereta untuk langsiran kereta dalam depo.

Ternyata, tak hanya sebagai tempat perawatan KRL, depo Depok juga sebagai tempat peristirahatan terakhir KRL yang sudah tak lagi dinas alias afkir. KRL yang ditumpuk adalah KRL yang sudah lama rusak atau tak lagi bisa diperbaiki. Sebelumnya jika KRL afkir biasanya akan dibawa ke stasiun Purwakarta, namun karena alasan ekonomis, KRL ini dimakamkan di depo KRL Depok.

Tak hanya itu, belum lama ini PT KCI membuat simulator kereta di depo KRL terbesar se Asia Tenggara tersebut. Pembangunan simulator ini untuk pembelajaran baik itu dari masinis maupun para pelajar yang ingin mengetahui cara menjalankan KRL.