Circular Pedestrian Bridge Jadi Titik Integrasi Penumpang Lintas Moda

WallDevil.com

Circular pedestrian bridge atau jembatan lingkar pejalan kaki akan dibangun di Stasiun Dukuh Atas untuk mengatur arus penumpang dari lima moda transportasi yang bersinggungan. Pembuatan circular pedestrian bridge tak terlepas dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan dari enam stasiun MRT yang ada, Stasiun Dukuh Atas lah yang terpilih untuk pembangunan circular pedestrian bridge, karena terhubung dengan stasiun Sudirman Baru yang terintegrasi dengan kereta Bandara Soekarno-Hatta, stasiun Sudirman (KRL), bus TransJakarta dan Light Rail Transit (LRT). Menurutnya, circular pedestrian bridge ini akan memudahkan para pengguna transportasi massal dari MRT ke yang lainnya atau sebaliknya.

Baca juga: Kereta Bandara Ditaksir Mampu Tampung 33 Ribu Penumpang

Selain untuk memudahkan pengguna moda transportasi terintegrasi satu dengan moda transportasi lainnya, adanya circular pedestrian bridge ini juga guna mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta karena kendaraan pribadi.

Google.com
Google.com

“Kami memiliki tiga tugas pokok yaitu mengadakan prasarana, operasi dan pemeliharaan, serta pengelolaan bisnis. Terutama untuk pengembangan transit oriented development (TOD),” ujar William Sabandar yang dikutip dari Jakartamrt.co.id (29/3).

William menambahkan, dalam pembangunan MRT dan circular pedestrian bridge ini, belajar banyak dari world class operator Dehli Metro atau MRT Hongkong. Dia mengatakan, dalam semua pembangunan baik MRT hingga sarana dan prasarananya MRT menggunakan standar internasional yakni aman, nyaman dan dapat di andalkan.

Bila ditelusuri lebih lanjut, circular pedestrian bridge milik Indonesia hampir sama dengan milik negara Tiongkok tepatnya di Luijiazui Road. Di Tiongkok sendiri, pembuatan circular pedestrian bridge agar masyarakan pejalan kaki menghindari lalu lintas di bawahnya. Jalur ini mengakses The Oriental Pearl Tower dan bisa menghubungkan masyarakat modern Tiongkok dengan kafe, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran serta yang terpenting adalah stasiun transit.

Circular pedestrian bridge Luijiazui Road dibangun dengan tinggi hampir 20 meter di atas jalan, uniknya, teknologi sudah digunakan untuk jembatan penyeberangan ini seperti eskalator dan tangga untuk pintu masuk serta keluar dari jembatan. Dengan desain kontemporer, bentang panjang antara setiap kolom memungkinkan masyarakat memiliki sudut pandang berbeda saat berada di atas jembatan.

Sayangnya, di Indonesia, pembuatannya masih dalam pencanangan. Sebab, hingga kini, patok atau groundbreaking untuk pembuatan circular pedestrian yang direncanakan belum jelas kapan akan dilaksanakan. Sebab Jalur MRT diketahui akan selesai akhir tahun 2017 ini dan baru digunakan Maret 2019 mendatang dengan jalur koridor satu dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Meski bukan dalam wujud jembatan, circular pedestrian sejatinya sudah diterapkan di terminal TransJakarta di Kota, jalur jalan kaki yang melingkar underground ini mengarahkan calon penumpang dan wisawatan menuju stasiun Kota, halte TransJakarta dan obyek wisata di sekitarnya.